Daily Misery on the World

Featured

NOTE: Some Photo’s repro or copy from various media

** EARTHQUAKE BENER MERIAH- CENTRAL ACEH -INDONESIA JULY 2013

Earthquake Magnitude 6,2 SR , Killed 40 people,   destroying 13.862 homes, and 2.362  people were injured. 1 village reported missing or aground

An Acehnese man makes his way under the collapsed roof of a building after it was destroyed

An Acehnese man makes his way under the collapsed roof of a building after it was destroyed by an earthquake in Ketol, Central Aceh, Indonesia, early Wednesday, July 3, 2013. The magnitude  quake struck Tuesday afternoon at a depth of just 10 kilometers (6 miles) and was centered on the far western tip of Sumatra island in Aceh province. (Photo: Syahrol Rizal-http://www.sfgate.com)

Acenese men assist an earthquake victim to receive medical treatment outside

Acenese men assist an earthquake victim to receive medical treatment outside a community health center in Bener Meriah, Aceh province, Indonesia.  (Photo: Ahmad Ariska -http://www.sfgate.com) Baca lebih lanjut

PROYEK EDFF UNTUK SIAPA?

PROYEK EDFF UNTUK SIAPA?

Sudah 4,6 tahun tragedi memilukan yang merenggut ratusan ribu nyawa manusia yang tidak berdosa di Aceh dan Nias. Di tengah ratapan para sanak keluarga yang ditinggalkan kita patut berucap syukur atas perhatian dunia yang memberikan bantuan melalui tangan LSM baik lokal maupun asing. Berbagai bentuk bantuan mulai dari perbaikan infrastruktur seperti pembangunan perumahan bagi korban tsunami, pendidikan, rehabilitasi mental, dan lain-lain.

6 April 2009, ditandai dengan berakhirnya masa tugas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR NAD-Nias) maka proses rehab rekon pun berakhir pula.
Sebelumnya, satu persatu LSM yang awalnya mencapai ratusan jumlahnya telah meninggalkan Aceh dan kembali ke negara mereka masing-masing.
Kini hanya ada beberapa yang masih bertahan dan kebanyakan adalah yang memang sudah terlebih dulu eksis di Indonesia jauh sebelum tsunami dan berkantor di Jakarta.

Ketakutan masyarakat Aceh sepeninggal LSM asing sebenarnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat tidak lagi berharap hidup dari bantuan materil mereka.
Sudah saatnya bangkit bersama-sama menata kembali kehidupan seperti saat sebelum tsunami memporak-porandakan sebagian wilayah NAD-Nias. Baca lebih lanjut

PEDESTRIANISASI KOTA WISATA BERSEJARAH

PEDESTRIANISASI KOTA WISATA BERSEJARAH

Sarana pedestrian yang baik sangat mendukung bagi pejalan kaki untuk menikmati udara yang bebas polusi

Sarana pedestrian yang baik sangat mendukung bagi pejalan kaki untuk menikmati udara yang bebas polusi

Jalan kaki merupakan alternatif moda perjalanan yang dapat menghemat energi karena tidak membutuhkan bahan bakar minyak dan bebas polusi.

Sesuai dengan tujuannya yakni memberikan lingkungan pedestrian yang baik, udara bersih, tidak berisik dan nyaman, pedestrian juga dapat mencegah kemacetan lalu lintas seperti yang sering terjadi pada jam-jam tertentu.

*Pedestrian Kawasan Wisata
Menelusuri kota Banda Aceh mengingatkan kita pada sebuah kota kecil bersejarah di semenanjung Malaysia. Kota Malaka atau tepatnya Bandar Hilir ini memiliki berbagai objek bersejarah diantaranya museum budaya, bangunan Stadhuys yang memiliki seni arsitek Belanda, peninggalan portugis, dan berbagai objek yang menarik lainnya.

Dengan hanya berjalan kaki, kita bisa menikmati suasana asri sambil duduk melepas lelah di sudut taman. Kawasan ini memiliki pelayanan pedestrian yang cukup disamping sarana transportasi tempoe doeloe yang disebut “andong”. Kereta yang ditarik oleh seekor sapi tersebut membawa pengunjung berkeliling area untuk berbelanja baik souvenir maupun sekedar berkeliling area objek wisata termasuk pusat perbelanjaan Mahkota Parade. Baca lebih lanjut

Pojok Senyum

senyum1

Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil
bertepuktangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”

Nadine bengong. “Not a play?”

“Yes. Not a play. Bukan main.”

Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. “Bukan main itu bukan not a
play, Djan.”

“Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok.”(Orang
saya sudah periksa di kamus kok). Baca lebih lanjut

ARTICLE

WARISAN TSUNAMI DAN PANDUAN MENUJU OBJEK WISATA KOTA BANDA ACEH

Tsunami Heritage and Transportation Guide in Banda Aceh

Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki berbagai bangunan peninggalan kerajaan Aceh dimasa kejayaannya.Terletak di ujung paling barat Indonesia dan memiliki berbagai obyek wisata yang sangat menarik. Bukan hanya objek wisata sejarah,  setelah terjadinya musibah  tsunami   26 Desember 2004 lalu,  kota Banda Aceh dan sekitarnya banyak dikunjungi para wisatawan yang ingin menyaksikan reruntuhan akibat hantaman ombak tsunami.

Tulisan ini mungkin akan membantu kita untuk menelusuri berbagai objek wisata yang ada mengingat satu objek dengan objek lainnya saling berdekatan.

Penulis menjadikan Terminal Keudah sebagai titik  awal perjalanan karena letaknya di pusat kota Banda Aceh agar tidak membingungkan para wisatawan dan tarif angkutan bisa berubah sesuai ketentuan yang berlaku.

1.Objek Wisata  Sejarah

Perjalanan dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di pusat kota untuk memudahkan para wisatawan karena sebagian besar objek wisata sejarah  yang ada di Banda Aceh terdapat di sekitar Masjid Raya tepatnya Kecamatan Baiturrahman.

1.1.Masjid Raya Baiturrahman

The Grand Mosque Baiturrahman-Photo by Marni

The Grand Mosque Baiturrahman-Photo by Marni

Berada di pusat kota Banda Aceh, bangunan yang memiliki ornamen luar biasa indah ini sudah  berdiri megah sejak abad ke XII. Masjid ini pernah terbakar beberapa kali ketika Belanda menyerang Kutaraja (Banda Aceh) tepatnya tahun 1883, namun untuk menarik simpati masyarakat Aceh  pemerintah Kolonial Belanda membangunnya kembali. Belum lengkap rasanya apabila sudah menginjakkan kaki di Banda Aceh  namun tidak berkunjung atau melihat langsung bangunan ini. Saat tsunami,  sedikitpun rusak bangunan aslinya bahkan para warga sekitar masjid raya menyelamatkan diri dengan berlindung di dalam masjid. Karena letaknya yang strategis   maka untuk mencapai lokasi bangunan tidaklah sulit, cukup dengan menaiki becak dari terminal angkutan Keudah atau labi-labi (angkutan umum) yang setiap hari lalu lalang di pusat kota, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Trayek Angkutan labi-labi yang melewati kawasan Masjid Raya:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata).

Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.5000 bila menggunakan becak bermotor.

1.2. Museum Aceh

Aceh Musium-Photo by Marni

Aceh Musium-Photo by Marni

Masih di kawasan Baiturrahman,  beberapa ratus meter ke depan (dari samping kanan Bharata Dept Store) terdapat musium Aceh yang merupakan bangunan tradisional Aceh pada masa Gubernur Militer Belanda, Van Swart

1914. Di depannya mengalir Sungai Krueng Aceh dan apabila sungai tersebut memiliki sarana transportasi seperti perahu atau sampan maka  setelah melewati Rumoh Aceh kita bisa menikmati indahnya Meuligo atau pendopo serta gunongan. Di samping kanan  terdapat sebuah jam besar yang dikenal dengan sebutan lonceng Cakra Donya. Dari sejarah diketahui bahwa  lonceng tersebut merupakan hadiah dari raja Cina, Dinasti Ming yang diantar oleh Laksamana Cheng Ho tepatnya tahun 1414. Pada lonceng terdapat tulisan “Sing Fang Niat Toeng Juut Kat Tjo”. Bangunanini berada tidak jauh dari masjid Raya dan bisa ditempuh dengan jalankaki saja atau menaiki becak bermotor.Untuk menuju lokasi bisa juga dengan menumpangi becak bermotor karena kendaraan umum tidak melintas di jalan STA.Mahmudsyah.

Namun bisa juga menaiki angkutan umum:

- Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

- Terminal Keudah-Seulimum

- Terminal Keudah-Indrapuri

- Termina Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.
Baca lebih lanjut

JALAN-JALAN

MALAKA-MALAYSIA

Bandar Hilir Malaka

Bandar Hilir Malaka

Hobby jalan2ku tetap tidak bisa dihilangkan. Untuk Malaysia aku senang dengan Kota Malaka yang memiliki ciri tersendiri. Berada di Bandar Hilir , serasa sedang berada di satu tempat yang unik. Malaka juga memiliki beragam sejarah yang terdapat di sekitar Bandar Hilir.

Zoo Malaka

Zoo Malaka

Di Zoo Malaka (Kebun binatang) berbagai spesies hewan bisa kita temui. Jika lelah berjalan kaki, bisa menggunakan kereta atau kendaraan seperti kereta api keliling kebun.
Baca lebih lanjut