My Poetry


Dear Sahabat…

Tiap orang bebas mengartikan makna dari sebuah puisi dengan menggunakan kata dan ungkapan sebagai maksud dari karyanya.
Sementara bagi saya, puisi itu adalah hati, bibir, mata, tangan, perasaan yang dituangkan oleh si penulis  meski terkadang, apa yang dimaksud si penulis sering berbeda dengan persepsi si pembaca.

Terima kasih dan sukses selalu…

Puisi TV

 

PUISI ALAM KITA

 

untuk-teroris

 

Sang Merak

” DIKETIKA ITU “

Perjalanan Bersamamu bagai berpijak diatas duri
Terasa sakit namun kucoba menahan

Menikmati sepiring nasi bersamamu
Ibarat menelan sebatang jarum yang menusuk hingga ke rongga hatiku

Tidur malamku tanpa mimpi dan bangunku bagai tanpa mentari
Tatapan kita tak pernah menyatu
Aku yang terbiasa menatap kebawah
Sementara matamu liar berputar tanpa arah

(Medan 21 Maret 2012)

GORESAN DARI SAHABAT:
” SEBAK…”

Rongga dada ini begitu penuh oleh kisi-kisi

tertumpang tindih tiada beraturan

Saling menokak sampai sudut yang paling dalam

Tiada hati untuk menjaga

Agar sisi-sisinya jangan terluka

Biarlah tetes demi tetes darah teraliri

Hingga tiada akan tersisa

Akhirnya…

Aku hanya bisa melihat orang menangisi kesia-siaanku menghadap NYA.

(Fifi Damiri)

GORESAN DARI SAHABAT:
” CINTA BUNDA “

Di sudut itu…ada senyum selalu menyambutmu
Ada tangan, sentiasa menggenggammu
Mengalirkan kekuatan dalam rapuh
Tangan yang siap membantu, melindungi dari bahaya
Atau sekedar mengusikmu
Di sini…ada hati penuh cinta dan kasih tulus
Tempat bermanja, menangis saat kepedihan bersahabat
Meski ikhlas terlupakan saat dirimu dalam bahagia

Anakku sayang…Hanya di sini, di tempat ini
Yang teraman untukmu
Di luar sana…banyak musang-musang liar ber rok mini
ular berbisa yang melengkapi jas mereka dengan dasi-dasi importnya
Atau…
Singa-singa buas
Menutup tubuh mereka dengan kebaya
Bahkan atribut keagamaan
Datanglah padaku yang penuh cinta, keikhlasan
Anakku sayang

(FIFI DAMIRI)

GORESAN DARI SAHABAT:
“SUJUDKU”

Adakah waktu tuk kuganti galau hati
Adakah tempat luang tuk kuteriakkan rindu pada sepi
Hati yang sering jauh dari sabar & tawakkal
Dalam kekuatan jiwa yang sulit menginsyafi dosa
Hati ini yang kian merindu dan……..
Disetiap jedah waktu
Ingin dipenuhi amal ibadah
Penuh harap, pengampunanMu

(Fifi Damiri)

” PAWANG TANPA MANTERA “
Mereka lapar
Beri ia makan
Mereka Haus
Beri ia minum
Mereka letih
Beri kursi untuknya
Agar ia duduk dan tersenyum padamu

Mereka murka
Ketika  hanya kau beri sepotong kue dan semangkuk air
Mereka marah
Mengapa  bukan dIa yang bersinggasana

Mereka bersulap di layar kaca
Untuk menggugah hati pemirsa
Yang diamuk beribu tanya
Terpaku dalam bimbang
Tersenyum diantara harapan dan putus asa
Terhanyut  oleh sulap bernuansa

Yang tak berdosa memekik ketakutan
Sementara ratusan poster caci maki
Berjalan di atas kepala generasi bangsa

Tidak terketukkah hatimu
Menyaksikan anak bangsa berlari tanpa arah

Jika kananmu tak lagi mampu menjinakkan kepalanya
Lilitkan seutas tali pada kaki dan lehernya
Agar taringnya yang berbisa tidak merusak generasi bangsa”

(ANYWHERE. 08 MARET 010)

” CURHAT SEORANG PRESIDEN “

BERSANDAR BEBAN DIPUNDAKKU
DARI BENIH MASA LALU DAN WARISAN DOSA TAK BERTUAN
YANG TERSISA OLEH PENDAHULUKU MESKI TANPA NOTA
KINI MENJADI BARA DAN SEKAM BAGI JIWA DAN RAGA
BEGITU KUAT MENGAPIT DAN MENGHIMPIT
HINGGA MEMBATASI RUANG GERAKKU

ALAM SADARKU SURUT DIKETIKA ITU
SAAT INGIN MEMULAI AMAL BAKTI DAN AMANAHMU
NAMUN PADA SATU SUDUT DI UJUNG NEGERI
MEREKA YANG TERLAHIR DI BUMI NAN KAYA
BERKURUN HIDUP BERSIMBAH DARAH DAN AIR MATA
MAHA BENCANA MENJEMBATANI PENDERITAAN MEREKA

KUSATUKAN RAGA DAN KEKUATAN BANGSA UNTUK MERANGKUL DUNIA
KUTANGGUHKAN AMANAT DARI PENGUASA
DEMI RIBUAN NYAWA TAK BERDOSA DAN KELUARGA YANG TERSISA
MESKI COBAAN TERUS BERSAMA

UCAP SYUKUR PADA ILLAHI
TAK SEMPAT TERGADAI MARTABAT NEGERI INI
MENJADI PELACUR APALAGI MENJUAL DIRI
MENCARI SI HIDUNG BELANG DI LUAR NEGERI
DEMI SESUAP NASI DAN SEHELAI KAFAN
UNTUK ANAK CUCU DAN KORBAN AMUKAN BUMI

TAK PERNAH DADA INI MEMBUSUNG
APALAGI MENEPUK JARI DAN BERKATA:
“AKULAH PAHLAWAN
YANG TELAH MENGHENTIKAN PERTUMPAHAN DARAH
MEMBANTU RIBUAN ORANG YANG HILANG TAK BERNYAWA
AKIBAT POLITIK DISAMBUNG BENCANA”

AKU BAK PENGEMIS BERDASI YANG TAK PUTUS MELAFAZKAN DOA
TEGAR KUPUNGUT SATU PERSATU SAMPAH YANG TERSISA
SANGGUP KUHIRUP BAU MULUTMU
YANG BERTERIAK LANTANG MELEMPARKU DENGAN KATA
KUPILAH ANTARA BERSIH DAN KOTORMU
AGAR DAPAT KUPAHAMI APA MAUMU DAN DIMANA SALAHKU
PENGABDIAN DEMI NEGARA DAN BANGSA
TAK TERHENTI OLEH BURUK PIKIRMU

TANPA KUPINTA UNTUK KAU DENGAR KELUH DAN KESAHKU
JAUH INGINKU BERBAGI BEBAN PADAMU
HANYA DOA SAAT BANGUN DAN TIDUR DARI HATI KECILKU
BERIKAN RUANG UNTUK BISA KUBERSANDAR DISELA BEBAN INI
SERTA SETITIK AIR DARI TELAGA BENING HATIMU
HINGGA RASA ITU LENYAP OLEH SIKAP PERCAYAMU

2 thoughts on “My Poetry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s