ARTICLE

WARISAN TSUNAMI DAN PANDUAN MENUJU OBJEK WISATA KOTA BANDA ACEH

Tsunami Heritage and Transportation Guide in Banda Aceh

Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki berbagai bangunan peninggalan kerajaan Aceh dimasa kejayaannya.Terletak di ujung paling barat Indonesia dan memiliki berbagai obyek wisata yang sangat menarik. Bukan hanya objek wisata sejarah,  setelah terjadinya musibah  tsunami   26 Desember 2004 lalu,  kota Banda Aceh dan sekitarnya banyak dikunjungi para wisatawan yang ingin menyaksikan reruntuhan akibat hantaman ombak tsunami.

Tulisan ini mungkin akan membantu kita untuk menelusuri berbagai objek wisata yang ada mengingat satu objek dengan objek lainnya saling berdekatan.

Penulis menjadikan Terminal Keudah sebagai titik  awal perjalanan karena letaknya di pusat kota Banda Aceh agar tidak membingungkan para wisatawan dan tarif angkutan bisa berubah sesuai ketentuan yang berlaku.

1.Objek Wisata  Sejarah

Perjalanan dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di pusat kota untuk memudahkan para wisatawan karena sebagian besar objek wisata sejarah  yang ada di Banda Aceh terdapat di sekitar Masjid Raya tepatnya Kecamatan Baiturrahman.

1.1.Masjid Raya Baiturrahman

The Grand Mosque Baiturrahman-Photo by Marni

The Grand Mosque Baiturrahman-Photo by Marni

Berada di pusat kota Banda Aceh, bangunan yang memiliki ornamen luar biasa indah ini sudah  berdiri megah sejak abad ke XII. Masjid ini pernah terbakar beberapa kali ketika Belanda menyerang Kutaraja (Banda Aceh) tepatnya tahun 1883, namun untuk menarik simpati masyarakat Aceh  pemerintah Kolonial Belanda membangunnya kembali. Belum lengkap rasanya apabila sudah menginjakkan kaki di Banda Aceh  namun tidak berkunjung atau melihat langsung bangunan ini. Saat tsunami,  sedikitpun rusak bangunan aslinya bahkan para warga sekitar masjid raya menyelamatkan diri dengan berlindung di dalam masjid. Karena letaknya yang strategis   maka untuk mencapai lokasi bangunan tidaklah sulit, cukup dengan menaiki becak dari terminal angkutan Keudah atau labi-labi (angkutan umum) yang setiap hari lalu lalang di pusat kota, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Trayek Angkutan labi-labi yang melewati kawasan Masjid Raya:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata).

Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.5000 bila menggunakan becak bermotor.

1.2. Museum Aceh

Aceh Musium-Photo by Marni

Aceh Musium-Photo by Marni

Masih di kawasan Baiturrahman,  beberapa ratus meter ke depan (dari samping kanan Bharata Dept Store) terdapat musium Aceh yang merupakan bangunan tradisional Aceh pada masa Gubernur Militer Belanda, Van Swart

1914. Di depannya mengalir Sungai Krueng Aceh dan apabila sungai tersebut memiliki sarana transportasi seperti perahu atau sampan maka  setelah melewati Rumoh Aceh kita bisa menikmati indahnya Meuligo atau pendopo serta gunongan. Di samping kanan  terdapat sebuah jam besar yang dikenal dengan sebutan lonceng Cakra Donya. Dari sejarah diketahui bahwa  lonceng tersebut merupakan hadiah dari raja Cina, Dinasti Ming yang diantar oleh Laksamana Cheng Ho tepatnya tahun 1414. Pada lonceng terdapat tulisan “Sing Fang Niat Toeng Juut Kat Tjo”. Bangunanini berada tidak jauh dari masjid Raya dan bisa ditempuh dengan jalankaki saja atau menaiki becak bermotor.Untuk menuju lokasi bisa juga dengan menumpangi becak bermotor karena kendaraan umum tidak melintas di jalan STA.Mahmudsyah.

Namun bisa juga menaiki angkutan umum:

– Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

– Terminal Keudah-Seulimum

– Terminal Keudah-Indrapuri

– Termina Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.

1.3. Makam Sultan Iskandar

The Grave of Sultan Iskandar Muda-Photo by Marni

The Grave of Sultan Iskandar Muda-Photo by Marni

Di sebelah musium Aceh terdapat makam Sultan Iskandarmuda, seorang raja yang kejayaannnya hingga mencapai semenanjung Malaysia dan sekitarnya. Iskandarmuda merupakan raja yang sangat berwibawa dan bijaksana bahkan ia mampu menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan pada masa itu.Terletak di Kelurahan Peuniti, Kecamatan Baturrahman tepatnya Komplek Baperis. Untuk menjangkau lokasi dapat melalui Jalan Sultan Mahmudsyah, di depan Pendopo Gubernur. Makam ini berbatasan dengan Kompleks  Makam Kandang Meuh dan Gedung Museum Negeri Aceh di sebelah Utara, gedung urusan rumah tangga gubernuran di sebelah selatan, Kelurahan Peuniti di sebelah timur dan asrama TNI AD di sebelah barat. Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi:

1.4 .Makam Kandang XII

The Graves Kandang  XII-Photo by Marni

The Graves Kandang XII-Photo by Marni

Komplek pemakan terdapat di Kelurahan Keraton, Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Ada 12  makam Sultan terdapat di komplek ini diantaranya:Makam Sultan Ali Mughayatsyah, Sultan Alaidin Riayatsyah al Qahar dan Sultan Salahuddin Riayatsyah. Komplek pemakaman terukir baik dan terawat serta terletak di tempat cukup strategis yakni di Jalan Sultan Alaidin Mansursyah, berjarak 200 meter dari pendopo Gubernur ke arah barat. Makam dapat dikunjungi setiap hari namun tidak ada penjaga khusus makam tersebut. Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi labi-labi:

– Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

– Terminal Keudah-Seulimum

– Terminal Keudah-Indrapuri

– Terminal Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.

1.5 Komplek Makam Kandang Meuh

(The Kandang Meuh Grave)

The Graves of Makam kandang-Meuh-Photo by Marni

The Graves of Makam kandang-Meuh-Photo by Marni

Masih di lokasi yang sama, di komplek Baperis dan Komplek Museum Negeri Aceh terdapat Makam Kadang Meuh.Dua raja Aceh, yang pertama disebut Kandang Meuh dan satu lagi disebut Komplek Makam Sultan Ibrahim Mansursyah.Yang dimakamkan di komplek tersebut adalah Putri Raja anak Raja Bengkulu, Sultan Alaidin Mahmudsyah, Raja Darussalam, Tuanku Zainal Abidin, dan lain-lain.Sedang di komplek Makam Sutan Ibrahim Mansur syah dimakamkan antara lain:Pocut Rumoh Geudong (istri Sultan Ibrahim Mansur), Pocut Sri Banun (anak Sultan Ibrahim Mansur), Sultan Muhammadsyah (anak sultan Mahmud syah), Sultan Husein al Johar al alam syah (anak sultan Mahmud syah), Putro Binen (Kakak sultan Ibrahim Mansur syah, dll.Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi labi-labi:

– Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

– Terminal Keudah-Seulimum

– Terminal Keudah-Indrapuri

– Terminal Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro

Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin

1.6. Pendopo Gubernur

The Governor Hall-Photo by Marni

The Governor Hall-Photo by Marni

Di luar Komplek Baperis (bersisian ) terdapat bangunan tempat kediaman Gubernur yang merupakan jejak peninggalan kolonialisme di Banda Aceh. Letaknya di ujung Jalan STA Mahmudsyah dan bangunan memiliki nilai historis-arkeologis yang cukup tinggi dan layak dijadikan sebagai bangunan cagar  budaya. Sungai kecil yang bermuara di Krueng Aceh dahulu dimanfaatkan oleh sekoci-sekoci kapal perang Belanda untuk menghubungkan tempat pendaratan di pelabuhan Ulee Lheu dengan kediaman Komandan Militer dan Sipil Belanda.Tahun 1987 gedung tersebut diganti dengan sebutan Meuligo (Mahligai Aceh).Hanya orang tertentu saja yang bisa masuk ke halaman Pendopo dan itu pu apabila ada acara gubernuran.Meski tsunami menghantam hampir seluruh kawasan kota, namun bangunan tidak mengalami kerusakan sama  sekali bahkan tidak tersentuh air.Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi labi-labi:

– Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

– Terminal Keudah-Seulimum

– Terminal Keudah-Indrapuri

– Terminal Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro

Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.

1.7.Gunongan

The Princess Playground-Photo by Marni

The Princess Playground-Photo by Marni

Bila masih ingin menikmati beberapa bangunan bersejarah, melalui samping kiri pendopo perjalanan dilanjutkan ke arah Neusu Jaya yang merupakan Komplek Militer Iskandarmuda. Dari kejauhan nampak Gunongan, Disebut gunongan karena bentuknya persis gunung buatan.Sultan Iskandar Muda 1608-1636) sengaja membangun tempat bermain tersebut untuk sang pemaisuri yang disuntingnya dari negeri Pahang Malaysia. Gunongan merupakan wujud kecintaan sang Raja kepada ”Putro Phang” yang jauh  dari keluarga.

Trayek Angkutan labi-labi  untuk mencapai lokasi:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.T.Umar.

Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.10.000  bila menggunakan becak bermotor.

1.8 Taman Budaya

Bersebelahan dengan gunongan tepatnya di Jalan Teuku Umar, sebuah gedung budaya atau lebih dikenal dengan sebutan Taman Budaya berdiri megah. Di sini tempat berlangsungnya pagelaran seni dan tempat berkumpulnya seniman-seniman Aceh. Bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari gunongan atau dari Terminal Keudah menaiki  labi-labi.

Trayek Angkutan labi-labi  untuk mencapai lokasi:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.T.Umar. Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.10.000  bila menggunakan becak bermotor.

1.9.Kerhoff

Dutch Graves-Photo by Marni

Dutch Graves-Photo by Marni

Merupakan areal pekuburan tempat peristirahatan terakhir para serdadu Belanda  saat  peperangan melawan Kerajaan Aceh Darussalam yang disebut Kerkhoff. Ada lebih kurang 2.200 orang serdadu termasuk Jendral Kohler  yang tewas diterjang peluru pejuang Aceh di depan Masjid Raya dan keseluruhannya dikuburkan di tempat tersebut. Saat tsunami, komplek pekuburan dipenuhi mayat dan sampah yang memakan waktu yang cukup lama untuk membersihkannya. Letaknya tidak jauh dari Simpang Jam menuju Ulee Lheue dan  pintu utama terletak di depan Blang Padang.

Trayek angkutan yang melewati lokasi:

Terminal Keudah-  Ulee Lhue

Tarif angkutan hanya 2000 rupiah dan 10.000 rupiah menggunakan becak bermotor

1.10. Taman Sari

Playground Taman Sari-Photo by Marni

Playground Taman Sari-Photo by Marni

Di Pinto Khop yang berada tidak jauh dari gunongan terdapat taman bermain anak-anak sehingga tempat ini ramai dikunjungi terutama pada sore hari atau hari libur. Letaknya memanjang di sebelah selatan Masjid Baiturahman dulu di taman ini  berdiri Hotel Aceh tempat Bung Karno bertemu dengan tokoh-tokoh pengusaha Aceh. Namun Hotel bersejarah ini sudah tidak ada.

Trayek angkutan yang  melintasi lokasi:

Terminal Keudah- Mata Ie

-Termina; Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah Ule Lheue turun di depan Kantor Walikota

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U.Turun di depan kntor Walikota Tarif angkutan Rp.2000 dan becak bermotor Rp.5000

1.11. Tugu Kemerdekaan

The Liberty National Monument- Photo by Marni

The Liberty National Monument- Photo by Marni

Masih di Komplek Taman Sari berdiri Tugu Kemerdakaan  yang memiliki sejarah tersendiri. Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI tempat ini digunakan untuk mengadakan berbagai acara perlombaan seperti panjat pinang, dan sebagainya.

Trayek angkutan yang  melintasi lokasi:

-Terminal Keudah- Mata Ie

Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah Ule Lheue

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U.Turun di depan Kantor Walikota.  Tarif angkutan Rp.2000 dan becak bermotor Rp.5000

1.12. Monumen RI 001

The first Indonesia's aircraft-RI Seulawah 001- Purchased from donations aceh people

The first Indonesia’s aircraft-RI Seulawah 001- Purchased from donations aceh people

Rakyat Aceh memiliki andil yang cukup besar dalam dunia penerbangan Indonesia. Di saat seluruh wilayah RI dikuasai Belanda, Aceh yag tidak tertaklukkan menjadi modal bagi perjuangan RI. Rasa sosial masyarakat Aceh yang cukup tinggi  mereka menyumbangkan harta benda termasuk emas untuk membeli  dua buah pesawat yang diprakarsai masyarakat dan Soekarno dalam pertemuan di Hotel Atjeh seharga $ 120.000 atau 25 kg emas.Replika DC3 Seulawah Agam kini  dapat dilihat di Blang Padang, Banda Aceh. Sayangnya Hotel Atjeh yang sangat bersejarah itu, bangunannya sudah tidak ada lagi. Hotel itu dulunya terletak persis di ujung jalan yang menghubungkan Masjid Raya Baiturrahman dengan Taman Sari. Tidak jauh dari monumen RI  terdapat lokasi terdamparnya kapal milik PLTD Apung. Trayek angkutan yang melewati lokasi:

Terminal Keudah-  Ulee Lhue

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.ST.Iskandarmuda.

Tarif angkutan hanya 2000 rupiah dan 10.000 rupiah menggunakan becak bermotor.

1.13 Makam Syiah Kuala

Tengku Syiah Kuala Grave-Photo by Marni

Tengku Syiah Kuala Grave-Photo by Marni

Setelah seharian penuh melakukan perjalanan menikmati berbagai objek bersejarah di sekitar Masjid Raya, keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke objek wisata yang lokasinya agak jauh dari kota Banda AcehDi Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala terdapat makam seorang ulama besar Kerajaan Aceh Darussalam yang hidup di abad 16 Masehi. Syech Abdurrauf bin Ali Al Jawi Al Fansuri Al Singkili yang diberi gelar kehormatan Teungku Syiah Kuala.Beliau hidup pada masa kejayaan Sultanah Ratu Safiatuddinsyah dan  makamnya banyak diziarahi terutama oleh umat Islam dari berbagai penjuru tanah air maupun negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan beberapa negara Islam lainnya.Saat tsunami, objek wisata tersebut banyak mengalami kehancuran dan kini telah dilakukan perbaikan.Memang lokasinya jauh dari pusat kota sekitar 5 km dan apabila ingin berkunjung ke Makam tersebut harus menggunakan kendaraan pribadi atau carteran karena tidak ada angkutan umum yang melintas di sana.

1.14. Kopelma Darussalam

Syiah Kuala University Monument- Location in Area Syiah Kuala University-One of State Universities -Darussalam  Banda Aceh- Indonesia

Syiah Kuala University Monument- Location in Area Syiah Kuala University-One of State Universities -Darussalam Banda Aceh- Indonesia

Dari Makam Syiah Kuala perjalanan beralih ke Kopelma Darussalam sebagai pusat pendidikan di Aceh khusunya Banda Aceh. Konon beberapa waktu lalu, Darussalam adalah pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan di nusantara dan wilayah Asia tepatnya saat kerajaan dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda. Menururt sejarah, Kopelma (Komplek Pelajar dan Mahasiswa) dimulai dengan terbentuknya sebuah badan atau yayasan bernama Yayasan Dana Kesejahteraan (YDKA) tanggal 21 April 1958. Kopelma diresmikan oleh Menteri agama RI K.H Moh Ilyas tanggal 17 agustus 1958 dan dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Unsyiah. Setahun kemudian Kopelma Darussalam diresmikan oleh Soekarno dengan pembukaan Fakulas Ekonomi sebagai embrio Unsyiah. Presiden RI menoreh tulisan bermakna pada tugu tersebut: “Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata, Darussalam menuju kepada pelaksanaan cita-cita “.
Selain Universitas Syiah Kuala, di Komplek tersebut terdapat pula  IAIN Ar Raniry sebuah perguruan tinggi islam ternama.

Trayek angkutan yang  melintasi lokasi:

-Terminal Keudah- Darussalam

-Terminal Keudah-Tungkop

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.. Cut Mutia-Jl.R.Supratman-Jl.T.Panglima Polem-Jl.T.Daud Beureueh-Jl.T.Nyak Arief. Tarif angkutan hanya 2000 rupiah.

1.15 .Makam Tgk. Turki

Tgk.Turkey Grave's and Mosque - Tomb and the mosque has been renovation by the NGO from Turkey after tsunami and  surrounding built homes by the Turkish style  from Bulan Sabit Merah Turkey.

Tgk.Turkey Grave’s and Mosque – Tomb and the mosque has been renovation by the NGO from Turkey after tsunami and surrounding built homes by the Turkish style from Bulan Sabit Merah Turkey.

Komplek makam kuno peninggalan Turki terletak berbarengan dengan  Masjid Turki yang  terletak di Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru.Luas areal 500 m2 dan berada di tengah-tengah perkampungan penduduk. Di sekitar makam itu terdapat mesjid kuno yang bangunannya mirip seperti bangunan Turki dengan status tanah wakaf.Pada masa dulu, Bitai merupakan perkampungan yang ditempati para ulama Islam dari Pasai Pidie dan Ulama itu berasal dari Negara Baitul Muhadis dan Turki.Pada saat wafatnya Raja Salahuddin, orang Turki memberikan wasiat bahwa pada saat meninggal dunia mereka minta dimakamkan saling berdekatan yaitu di Komplek Situs Makam Tuanku Di Bitai.

Sebagai wilayah terparah dilanda tsunami, korban yang hilang tidaklah sedikit namun atas bantuan Turki melalui palang merah dan bulan sabit merah telah dibangun perumahan perrmanen type-45 untuk korban tsunami di Desa Bitai dan sekiarnya. Memasuki Desa Bitai kita bisa menyaksikan rumah-rumah bantuan bulan sabit merah Turki yang begitu unik dan khas. Juga dilakukan rehab rekon terhadap makam dan masjid Turki dengan gaya bangunan yang mewah dan indah.

Bila ingin mencapai lokasi harus menggunakan mobil carteran karena letak lokasi jauh dari jalan raya namun kondisi jalan sudah baik.

1.16.Perpustakaan Ali Hasjmi

(Ali Hasjmi Libary)

Agar tidak bolak-balik yang memakan waktu dan biaya juga tenaga yang banyak, masih ada satu tempat lagi yang menarik untuk dikunjungi yakni sebuah  taman baca yang terletak di Jalan Sudirman Banda Aceh. Bangunan ini merupakan tempat tinggal seorang ulama, Budayawan Aceh dan Politikus yang cukup terkenal .Prof.DR.Ali Hasjmi wafat pada 18 Januari 1998 di Rumah sakit    Umum dr Zainoel Abidin, Banda Aceh. karena serangan jantung.

Yayasan Pendidikan Ali Hsjmi diresmikan oleh Prof.DR.Emil Salim, Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup saat itu.

Ali Hasjmy mewakafkan bangunan berupa rumah, dan seluruh buku, baskah-naskah, album photo sejarah di atas tanah seluas 3000m2 kepada Yayasan.
Tidak heran bila kita memasuki ruangan, di dalamnya  terdapat berbagai macam koleksi photo kegiatan almarhum Ali Hasjmi, naskah kuno, piagam, dan plakat. Selain itu terdapat koleksi benda-benda antik seperti guci.Ali Hasjmi sangat produktif menulis dan ada 50 buah buku karyanya. Diantara beberapa ruang baca yang paling menarik adalah Ruang Khazanah Dunia Melayu Raya yang berkoleksi buku-buku rumpun Melayu Asia Tenggara.

Trayek Angkutan labi-labi  untuk mencapai lokasi:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah- Mata Ie

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.T.Umar- Simpang Tiga- Jalan Sudirman.

Tarif angkutan Rp.2000

2.Objek Wisata Baru

(New object after tsunami)

Musibah yang terjadi di kota Banda Aceh hanya dapat di kenang lewat sejarah karena beberapa hari setelah tsunami  baik pemerintah dan berbagai NGO dalam dan luarnegeri  terus melakukan perbaikan struktur dan infrastruktur yang porak-poranda. Boleh dikatakan, saat ini keadaan di Banda Aceh sudah mulai normal dan aktifitas berjalan seperti sedia kala. Namun ada beberapa jejak yang tertinggal dari kedahsyatan gelombang tsunami yang bisa dijadikan sebagai objek wisata tsunami.

2.1.PLTD Apung (The Tsunami Ship)

PLTD Apung- Floating ship is a ship diesel powerhouse. Weighs 2600 tons, was on the Ulee Lheue Beach. When tsunami on 26 December2004, moved up to the  settlement and tsunami attraction-Photo by Stania Yasin

PLTD Apung- Floating ship is a ship diesel powerhouse. Weighs 2600 tons, was on the Ulee Lheue Beach. When tsunami on 26 December2004, moved up to the settlement and tsunami attraction.- Photo by Stania Yasin

Kapal yang semula didatangkan dari Kalimantan untuk mengisi pasokan listrik itu di tempatkan di pelabuhan Ulee Lheu.  Namun terjangan tsunami yang sangat hebat,  kapal yang berbobot 3600 ton  ikut terseret ke daratan sejauh 4-5 km tepatnya di desa Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru. Sangatlah mustahil kapal seberat itu bisa bergerak melewati rumah penduduk namun kenyataan seperti itulah yang terjadi. Untuk menariknya kembali ke posisi semula adalah hal yang tidak mungkin dilakukan apalagi di sekitar lokasi sudah berdiri kembali rumah-rumah penduduk.Meski masih ada keberatan penduduk karena tapak rumah mereka tertindih oleh kapal tersebut, namun lokasi paling ramai dikunjungi wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara. Terletak di perkampungan penduduk dan untukmencapai lokasi bisa dengan menggunakan labi-labi jurusan Uleee Lheue turun di simpang Punge Blang Cut ata agar lebih mudah menaiki Becak bermotor dengan tarif Rp.25. 000 dari terminal Keudah.

2.2. .Kuburan Massal

Massive Graves for tsunami sacrifice-Photo by Marni

Massive Graves for tsunami sacrifice-Photo by Marni

Kuburan massal yang terletak di Lambaro dan Ulee Lheu merupakan saksi sejarah  begitu banyaknya warga yang menjadi korban sehingga mereka diberikan tempat peristirahatan secara massal. Keluarga yang tidak  menemui mayat sanak saudaranya hanya bisa mendatangi kuburan massal untuk mendoakan mereka di alam sana.

Trayek angkutan yang melewati lokasi:

Terminal Keudah-  Ulee Lhue

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.ST.Iskandarmuda.

Tarif angkutan hanya 5000 rupiah dan  25.000 rupiah menggunakan becak bermotor.

2.3. Masjid Baiturrahim

Its wonders... this mosque located on the coastline. But when  tsunami, hundreds of thousands people missing, this mosque is not damaged.-Photo by Marni

Its wonders… this mosque located on the coastline. But when tsunami, hundreds of thousands people missing, this mosque is not damaged.-Photo by Marni

Letaknya tepat di bibir pantai Ulee Lhueue namun sebuah keajaiban yang sulit diterima akal sehat manusia  terjadi saat tsunami. Dengan kuasa Allah Masjid Baiturrahim yang jaraknya hanya 50 meter dari laut masih tetap berdiri.

Trayek angkutan yang melewati lokasi:

Terminal Keudah-  Ulee Lhue menuju pelabuhan

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.ST.Iskandarmuda.  Tarif angkutan hanya 5000 rupiah dan  25.000 rupiah menggunakan becak bermotor.

2.4. Daerah Tsunami

One of the very beautiful location,  located on the hill in Ujong Batee. This area called  Indonesia-China Friendship Housing or more popularly called "Perumahan Jackie Chan". Built with donor from China government and actor Jackie Chan-Photo by Team

One of the very beautiful location, located on the hill in Ujong Batee. This area called Indonesia-China Friendship Housing or more popularly called “Perumahan Jackie Chan”. Built with donor from China government and actor Jackie Chan-Photo by Team

Kehancuran yang mencapai 75% dari  luas daerah yang ada merupakan sebuah objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi selain kehidupan masyarakat Aceh yang Islami yang dikaitkan dengan ketabahan mereka dalam menghadapi musibah.  Boleh dikatakan, Banda Aceh merupakan daerah wisata tsunami dan setiap wisatawan yang datang akan mengunjungi seluruh kota untuk menyaksikan kawasan yang pernah hancur akibat tsunami disamping wisata sejarah.


3.Wisata Kuliner

3.1 Kopi Ulee Kareng

Coffee  Aceh very famous, such as: Ulee Kareng Coffee and Coffee Gayo. Habits the people in Aceh, is communicating at the Coffee Shop. Even at night, when there is live football, almost all coffee shops open and  put up the big screen for watching football together-Photo by Marni

Aceh  Coffee is very famous such as:  Gayo Coffee and  Ulee Kareeng Coffe. Generally coffee shop in Aceh equipped with free Wifi. At night, the people together watching live football on the big screen at the Coffee Shop -Photo by Marni

 

 

Beberapa keunikan yang terlihat apabila kita menginjakkan kaki di kota Banda Aceh. Di sana-sini banyak  warung kopi yang  tidak pernah sepi dari pengunjung diantaranya di sekitar Jalan T.Iskandar Ulee Kareng, Reks Peunayong dan Pasar Aceh (masih di kawasan Masjid Raya) bahkan di seluruh kota Banda Aceh.

Mengunjungi warung kopi sudah mengakar dalam diri masyarakat Aceh walau di saat konflik sekali pun warung kopi menjadi salah satu alternatif untuk menghilangkan rasa cemas dan takut.

Dikala aman warung kopi juga bermanfaat untuk tempat membicarakan masalah bisnis, politik dan bertukar inspirasi. Bahkan setelah tsunami, warung kopi pulalah yang menjadi tempat menghilangkan rasa lelah para relawan yang datang dalam rangka rehab rekon kota Banda Aceh.

Hampir di sepanjang jalan Ulee Kareng terdapat warung kopi dan untuk menjangkau lokasi cukup dengan menaiki angkutan umum dari terminal Keudah jurusan Ulee Kareng dengan membayar ongkos 2000 rupiah.

Bukan hanya di tempat asalnya, kopi Ulee kareng yang sudah sangat terkenal ini juga bisa dinikmati di  beberapa lokasi di  pusat kota da bisa ditempuh dengan jalan kaki saja.

Warung kopi  biasanya ramai pada pagi hari, dan semakin ramai  menjelang sore dan malam hari. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati  cita rasa kopi tapi terkadang mereka sengaja datang untuk menemui rekan dan bahkan pada malam hari banyak kaum adam yang lebih memilih nonton siaran langsung sepak bola dengan menggunakan layar lebar yang  banyak terpasang di setiap warung hingga  dini hari.

Uniknya lagi, warung Kopi di Aceh bukan hanya dikunjungi oleh laki-laki saja, tetapi wanita pun terbiasa menikmati kopi atau makanan lainnya atau sekedar bertemu teman kerja, relasi atau teman kuliah.

Selain dilengkapi dengan Layar Lebar untuk menonton siaran langsung sepak bola, juga dilengkapi dengan fasiltas Wifi.

Minum secangkir kopi  bisa akses internet sepuasnya.

3.2 Reks Peunayong

(Snack Area in Banda Aceh)

Reks is Food Center located in centerof  Banda Aceh or Peunayong. On the afternoon till night, the people very enthusiastic come and eat good traditional cuisine and nationwide. Have Coffee Aceh, fried rice, satay, fresh drinks, mie aceh, clam stew, Pulut panggang, and others. Simply meeting friends while enjoying food and breeze because there are not far from the location of the river Pante Pirak.-Photo by Marni

Reks is Food Center located in centerof Banda Aceh or Peunayong. On the afternoon till night, the people very enthusiastic come and eat good traditional cuisine and nationwide. Have Coffee Aceh, fried rice, satay, fresh drinks, mie aceh, clam stew, Pulut panggang, and others. Simply meeting friends while enjoying food and breeze because there are not far from the location of the river Pante Pirak.-Photo by Marni

Letaknya persis di  kota Peunayong, dan kawasan ini lebih dikenal  sebagai pusat jajanan malam dimana di sekitarnya terdapat  beberapa penginapan seperti Hotel Medan,  Hotel Parapat, Hotel Cakradonya, Hotel Sultan. Kawasan Reks bak sebuah magnit yang mampu menarik animo setiap orang untuk menghabiskan waktu di sana.

Semakin malam,  para pengunjung kian ramai dan untuk lebih menghidupkan suasana, beberapa waktu lalu, Pemko Banda Aceh berniat  membangun sebuah pentas di pojok area untuk para insan seni  mengingat kawasan tersebut dikelola oleh para seniman dan budayawan Aceh seperti Hasbi Burman (Presiden Reks), Udin Pelor, dll.Tidaklah sulit untuk mencari dimana  letak kawasan  karena angkutan umum jurusan Darussalam, Ulee Kareng  setiap saat melintas di tempat itu dengan ongkos angkutan rata-rata 2000 rupiah.

3.3 Souvenir dan Makanan Khas

Pasar Aceh one of the traditional market in Aceh. When tsunami 2004, a traditional market is destroyed. One of NGO from Japan rebuilt this market. When you want to buy souvenirs or "oleh-oleh" like necklaces, earrings, rings with design "pintoe aceh", come to jewelry souvenirs,  and food  like Kue Karah, Bolu Boi, all in Pasar Aceh. - Photo by Marni

Pasar Aceh one of the traditional market in Aceh. When tsunami 2004, a traditional market is destroyed. One of NGO from Japan rebuilt this market. When you want to buy souvenirs or “oleh-oleh” like necklaces, earrings, rings with design “pintoe aceh”, come to jewelry souvenirs, and food like Kue Karah, Bolu Boi, all in Pasar Aceh. – Photo by Marni

Sejak kurun waktu yang cukup lama kota Banda Aceh  dikenal hasil kerajinannya seperti mainan kalung Pinto Aceh, Rencong, tas motif Aceh  dan  makanan khas yaitu dendeng Aceh yang dapat dibeli di toko-toko yang ada di Peunayong, Simpang Surabaya dan Pasar Aceh.

Sebelum tsunami, semua jenis souvenir tersebut dapat di beli di Pasar Aceh sebagai pusat perbelanjaan tradisional namun saat ini para penjual belum memiliki satu tempat khusus namun demikian toko souvenir terdapat dimana-mana seperti Peunayong, Neusu Jaya dan Pasar Aceh sendiri. Untuk kawasan Peunayong bisa dijangkau dengan menaiki angkutan umum labi-labi trayek Darussalam dan Ulee Kareng (2000 rupiah), sedang kawasan Neusu Jaya menggunakan angkutan umum trayek Lampeunurut (2000 rupiah).   (*)

***
NOTE:
-Labi-labi adalah angkutan umum yang ada di kota Banda Aceh atau biasa disebut Mini Bus (Labi-labi is mini bus or public transportation in Banda Aceh.



Warning..!

Its my original article, photo and survey.

Do not copy without Permission.

If  U need to copy this article or photo pls type my original name.

Thank you: Sumarni Dahlan

——

5 thoughts on “ARTICLE

    • Makam Syiah Kuala masih termasuk di Kota Banda Aceh. Kalau dari Terminal Kedah atau dari Masjid Raya hanya lebih kurang 7 Km saja. Naik kendaraan hanya 15 menit paling lama.
      Tapi kalau yang anda maksud Universitas Syaih Kuala, jarak tempuh hanya 15 menit dan 5 Km an.
      Thank you.

    • Kalau yang anda maksud Makam Syiah Kuala, dari Masjid Raya hanya lebih kurang 7 km atau naik kendaraan anya 15-20 enit saja.
      Tapi kalau yang anda maksud Universitas Syiah Kuala, hanya 5 km atau 10-15 menit an.
      Thank you.
      Maaf saya terlambat membalasnya.

    • Jarak Syiah Kuala Univ ke Masjid Raya hanya lebih kurang 5 km saja atau perlkiraan naik kendaraan tidak macet 15 menit. Banda Aceh jarang bahkan boleh dikatakan kota bebas dari macet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s