ESSENTIAL OIL

Daily Activity for Essential Oil Especially Patchouli Project or Nilam Aceh:

Calang city in Aceh, more beautiful the sunset

Calang city in Aceh, more beautiful the sunset

Cars on the raft, when going to District office in Calang aceh jaya-Indonesia

Cars on the raft, when going to District office in Calang aceh jaya-Indonesia

Sample tester patchouli, very simple and commonly used by farmers in Aceh patchouli

Sample tester patchouli, very simple and commonly used by farmers in Aceh patchouli

Giving Training Certificate, to the Treasurer of Cooperatives in South Aceh

Giving Training Certificate, to the Treasurer of Cooperatives in South Aceh

Back to  office at District Aceh Selatan, after a day giving Training with Team

Back to office at District Aceh Selatan, after a day giving Training with Team

Memories wirh CASA 212

Memories wirh CASA 212

The mountains were beautiful, the views of the area planted patchouli-Terangun-Gayo Lues-Aceh-Indonesia

The mountains were beautiful, the views of the area planted patchouli-Terangun-Gayo Lues-Aceh-Indonesia

Walking distance to land patchouli in Terangun

Walking distance to land patchouli in Terangun

Field Visit Buyer  March 2012 t o planting area

Field Visit Buyer March 2012 t o planting area

one of patchouli cultivation area in Gayo Lues -Aceh-Indonesia

one of patchouli cultivation area in Gayo Lues-Aceh -Indonesia

Entrepreneurship Training Aceh Jaya

Entrepreneurship Training Aceh Jaya

Facilitate  patchouli aceh cooperatives member in AAIC Expo Nusa Dua Bali   to introduce patchouli aceh

Facilitate patchouli aceh cooperatives member in AAIC Expo Nusa Dua Bali to introduce patchouli aceh

Preparation before attending Expo at Congress  in Bali

Preparation before attending Expo at Congress in Bali

Asian Aroma Ingredients Congress Grand Hyat Hotel Nusa Dua Bali 13 to 15 May 2012

Asian Aroma Ingredients Congress Grand Hyat Hotel Nusa Dua Bali 13 to 15 May 2012

The presentation by Head of Balittro when Visit to Bogor with Cooperative member of patchouli aceh and Local government

The presentation by Head of Balittro when Visit to Bogor with Cooperative member of patchouli aceh and Local government

Facilitate visit buyer to PT.Indarro Aroma Bekasi-Jakarta

Facilitate visit buyer to PT.Indarro Aroma Bekasi-Jakarta

Visit to Balittro Bogor with Cooperatives member and local government

Visit to Balittro Bogor with Cooperatives member and local government

The Government officials Gayo Lues, very active to support the program nilam

The Government officials Gayo Lues, very active to support the program nilam

With CCR Team Gayo Lues

With CCR Team Gayo Lues

Planting seeds patchouli symbolically by Bupati  Gayo Lues and local government

Planting seeds patchouli symbolically by Bupati Gayo Lues and local government

Entrepreneurship Training Aceh Selatan with Participants from Cooperatives Member

Entrepreneurship Training Aceh Selatan with Participants from Cooperatives Member

Stainless Kettle in Sub district Tripe Jaya-Distirct Gayo Lues

Dried Patchouli Leaves

DESA BUKUT SUB DISTRICT TRANGON-GAYO LUES-ACEH PROVINCE-INDONESIA

Gayo Lues Beautifull Palace

planting area desa bukut trangon

Patchouli aceh

Side activity

Patchouli Aceh

 

Cover Ind

Daftar Isi Bahasa

Isi Bahasa

Cover Book Study of Nilam Aceh English vers ok

Table of Content

Content

STRATEGY PEMASARAN NILAM  ACEH OLEH KOPERASI

BAHAN MARKETING TRAINING KOPERASI NILAM

Bahan Marketing Training Koperasi Nilam di Aceh


Pemasaran merupakan keseluruhan aktivitas perdagangan yang meliputi pembelian, penjualan, pergudangan, penyimpanan dan promosi. Pergudangan mencakup kegiatan memelihara atau menjaga barang agar barang yang akan dijual tidak mengalami kerusakan dan turun kualitasnya sehingga benar-benar memuaskan pembeli.( W.J. Staton).

Bila kita uraikan satu persatu maksud dari definisi di atas, mulai dari proses pembelian, penjualan, pergudangan, penyimpanan hingga promosi maka dalam kaitannya dengan Koperasi Nilam Aceh, pembelian dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh koperasi untuk membeli daun nilam kering dari petani (di luar demo plot projek) agar dapat memenuhi target yang diinginkan oleh pembeli. Koperasi membeli daun nilam kering dan melakukan proses penyulingan di NBC.
Penjualan: Setelah proses penyulingan, uji Kwalitas, dan tahapan lainnya, Koperasi menjual minyak nilam kepada mitra (pembeli) yang telah disepakati bersama untuk pembelian minyak nilam.
Pergudangan dan penyimpanan: Untuk melengkapi sarana pemasaran oleh koperasi akan disediakan tempat penyimpanan minyak nilam atau gudang sederhana di NBC. Minyak nilam akan tetap aman dan terhindar dari resiko yang mengakibatkan kualitas menjadi turun atau rendah. Agar proses angkut tidak terlalu sulit, dilakukan identifikasi para buyer yang memiliki kantor atau building industri di Aceh atau setidak-tidaknya di Sumatera agar tidak terlalu menyulitkan dalam hal transportasi.

Promosi: Merupakan sarana untuk memperkenalkan produk koperasi, keikutsertaan koperasi pada event yang dihadiri oleh para usahawan atau pelaku bisnis nilam serta minyak atsiri lainnya, akan mempermudah terjadinya pertemuan koperasi dengan pembeli.
Tidak hanya pameran atau eksibisi yang dapat mempertemukan kedua pihak, cara lain yang lebih sederhana dalam mempromosikan produk nilam aceh misalnya menghadiri undangan seminar, training, workshop, mengunjungi arena pameran dan mendatangi stand yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

Aktifitas Pemasaran Koperasi Nilam:

Produk: Daun Nilam Basah, Daun Nilam Kering, Minyak Nilam Drum dan Minyak Nilam Stainles

Skema Aktifitas Koperasi Nilam

Skema Aktifitas Koperasi Nilam

Bagaimana koperasi sebagai wadah pemasaran bersama memiliki sebuah manajemen yang kuat dan teratur…?
Manajemen pemasaran merupakan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menyenangkan dengan pasar, agar tujuan organisasi tercapai.(Philip Kotler)
Sebelum memasarkan produk,  perlu dilakukan berbagai analisa baik kekuatan, kekurangan atau kelemahan, kesempatan, peluang, dan ancaman yang mungkin timbul. Melakukan perencanaan yang matang, pelaksanaan serta pengawasan, membangun hubungan dengan calon pembeli dan relasi lainnya, menjaga kesepakatan yang telah ada antara koperasi dan pembeli.

Dari hasil analisa dan research di lapangan dapat disimpulkan, ada beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki mengingat koperasi masih baru terbentuk sehingga perlu banyak masukan serta saran:
photo c

Langkah apa yang harus dipersiapkan agar koperasi bisa langsung berhubungan dengan pembeli:
1. Ketersediaan produk yang akan dijual ( daun basah, daun kering, minyak nilam drum atau stainless)Tanpa adanya produk atau barang, pembeli sulit melakukan kerjasama karena sebelum memutuskan untuk membeli produk atau barang, si pembeli akan melihat terlebih dahulu apakah produk yang ditawarkan sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Memiliki kemampuan untuk menjaga Kualitas dan kuantitas serta kontinuitas produk karena sejak proses awal mulai dari masa tanam, panen, penyulingan dan kemasan akan sangat berpengaruh terhadap harga.
3. Memiliki tempat untuk melakukan transaksi dan penjualan minyak nilam ( NBC)
4. Harus ada komitmen dari koperasi untuk menentukan sejauhmana kesanggupan koperasi dalam memenuhi keinginan si pembeli.

photo d

Untuk tercapainya kerjasama antara penjual dan pembeli, kedua belah pihak harus memiliki persepsi yang sama seperti tentang jumlah permintaan, kualitas, dan kesepakatan harga.

Tidak adanya transparansi mengakibatkan timbul rasa curiga dan tidak saling percaya.

Hubungan langsung antara koperasi dengan pembeli akan  memutus mata rantai yang  selama ini menjadi benteng informasi.

Kriteria Pembeli  yang akan bekerjasama dengan Koperasi:

1. Perusahaan  yang mampu bermitra dengan koperasi dimulai dari proses tanam, panen, penyulingan, permodalan (bukan sistim ijon), pendampingan dan pembekalan pengetahuan.

2. Pembeli mampu membeli dengan harga yang lebih baik dari sebelumnya.

Ada beberapa pilihan kontrak yang ditawarkan untuk dilaksanakan antara Koperasi dengan Pembeli:

– Transaksi Langsung

– Kontrak Pemesanan

– Kontrak Reguler

– Kontrak produksi

 Sistim Pembiayaan:

– Kredit dimuka untuk pembeli

– Kredit Inventori

– Sistim Resi gudang

 

Bagaimana mendapatkan Pembeli….?

Prinsip kerjasama kemitraan sangat membantu koperasi dalam menjalankan pemasaran. Membangun kemitraan tidak hanya dengan pembeli saja, tetapi juga dengan pihak lain di luar pembeli seperti dengan pemerintah lokal ( Dinas Perdagangan dan Koperasi, Dinas Petanian, Dinas Perkebunan, Pusat promosi), Asosiasi pedagang dan  pengusaha minyak atsiri, Dewan Atsiri, Kedutaan, asosiasi petani nilam, koperasi nilam, asosiasi eksportir dan lain-lain.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang seluas-luasnya tentang pasar, pembeli potensial, harga, event yang dapat membantu mempromosikan usaha nilam.

 

Strategy   Membangun Hubungan Dengan Pembeli:

}  Melalui Relasi lainnya

}  Melalui Internet

}  Media Sosial (FB,Twitter, LinkedIn, website yang sering digunakan oleh potensial pembeli)

Mengikuti berbagai kegiatan dimana diharapkan dapat bertemu dengan banyak Orang (pameran, ekspo, seminar, dan lain-lain)

 

Strategy Akses Pasar:

  • Ø Ikut Serta pada Berbagai  Event

Tujuan: Bertemu langsung dengan para buyer dan investor, untuk memperkenalkan produk  dan saling tukar informasi.

  • Ø Marketing Online dan Pembuatan  Website  tentang Produk

Tujuan:

Mendaftar pada website yang memberikan kesempatan untuk melakukan promosi produk  agar orang lain mengenal produk yang ditawarkan.

Contohnya:

www.tradekey.comwww.farmer.com

 

  • ØMedia Informasi:

Tujuan: Meperkenalkan  produk kepada calon pembeli, dapat dilakukan dengan

mengirimkan Brosur, News letter, DVD, Sample produk.

  • Ø Kemitraan:

Bekerjasama dengan asosiasi, pemerintah, kedutaan,  pembeli potensial.

Tujuan:

Untuk mendapatkan informasi dan memperkenalkan produk dengan  para mitra.

Menjalin kerjasama dalam berbagai event

  • Ø Pendekatan Konsumen di  media social

Tujuan:  Melalui jalur pertemanan  di jejaring social diharapkan  akan terjalin hubungan bisnis.

 

PENGUATAN  KELOMPOK KOPERASI   NILAM ACEH:

Secara keseluruhan, pembekalan yang diberikan kepada koperasi seperti FFS, Training Kualitas dan produksi, training Pembukuan dan  Keuangan sangat berpengaruh  positif bagi pemasaran.

Penerapan budidaya yang benar akan meningkatkan jumlah produksi sehingga produk yang dihasilkan dapat dijual dalam jumlah yang besar serta rutin kepada pembeli.

Pengetahuan tentang kualitas, serta adminstrasi yang baik  akan membantu pemasaran dalam melakukan kerjasama dengan pembeli.

 

SKEMA PROSES MENGHUBUNGKAN KOPERASI-  PEMBELI:

photo selasa

 

PHOTO JUMAT

***

INDIKASI GEOGRAFIS NILAM ACEH
101_3891

Dasar Hukum dari Indikasi Geografis adalah:
Undang-undang nomor 15 tahun 2001 tentang merk dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2007 tentang Harta Kekayaan Intellektual.

Definisi berdasarkan BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 PP No.51/ 2001:
ndikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

Pada umumnya Indikasi Geografis terdiri dari nama produk yang diikuti dengan nama daerah atau tempat asal penghasil produk misalnya: Nilam Aceh.

Produk Apa Yang Dilindungi Oleh IG?
Tidak terbatas pada produk pertanian saja, akan tetapi semua produk yang memiliki keterkaitan dengan faktor geografis termasuk faktor alam atau manusia sebagai dominasi terbentuknya ciri khas dan kualitas serta telah dikenal keberadaannya dapat dilindungi, contohnya adalah: Produk Jepara.

Manfaat Perlindungan Geografis
-Memperjelas identifikasi produk dan menetapkan standar produksi serta standar proses diantara
para pemangku kepentingan IG.
-Menghindari terjadinya praktek persaingan curang dalam perdagangan, memberikan perlindungan
bagi konsumen dari penyalahgunaan reputasi IG dengan cara menjual produk yang berasal dari
daerah lain yang memiliki karakteristik berbeda bahkan lebih rendah.
-Jaminan pada kualitas produk yang dilindungi IG sebagai produk asli memberikan kepercayaan
pada konsumen.
-Membina para produsen lokal dan mendukung koordinasi serta memperkuat organisasi sesama
pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan dan memperkuat citra nama dan reputasi
produk

Beberapa Produk Provinsi Yang Berpotensi Indikasi Geografis:
-Kopi Arabika Gayo Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah (IG Terdaftar)
Nilam Aceh (Pogestemon cablin benth) Telah didaftarkan oleh Forum Perlindungan Nilam Aceh yang
Difasilitasi oleh NGO Caritas Czech Republic (CCR) dengan nomor pendaftaran: IG.00.201200004.
-Tembakau Deli, Sumatera Utara (Belum terdaftar)
-Arabika Kintamani Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli (IG Terdaftar)
-Lada Putih Muntok Kabupaten Bangka Tengah (IG Terdaftar)
-Dan ratusan bahkan ribuan produk lain yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia baik
pertanian, perikanan dan produk kerajinan.

Perbedaan Indikasi Geografis dengan Merk
INDIKASI GEOGRAFIS_1

Latar Belakang Sertifikasi Indikasi Geografis Nilam Aceh
-Kwalitas teruji
-Memiliki bau dan aroma yang khas
-Diminati oleh industri parfum dan Aroma
-Menghindari praktek pencampuran yang mengurangi kwalitas nilam aceh
-Rendemen dan PA tinggi
-Harga Nilam Aceh lebih mahal dibanding nilam dari Daerah Lain

Syarat-syarat Pengajuan Permohonan Pendaftaran IG Nilam Aceh:
– Dilakukan di Kementerian Hukum dan HAM/ Direktorat Jendral Harta Kekayan Indonesia (HKI)
dengan syarat:
-Mengisi Formulir Permohonan dalam bahasa Indonesia dengan memuat:
Nama organisasi/ lembaga, Alamat, Konsultan HKI/ perwakilan Diplomatik, Jenis Produk,Nama Indikasi Geografis, Jenis Produk dan Etiket dari IG
-Melampirkan Buku Persyaratan
-Surat Kuasa: Jika permohonan diajukan melalui konsultan HKI atau perwakilan Diplomatik
-Bukti Pembayaran
Indikasi Geografis tidak dapat didaftar apabila tanda yang dimohon pendaftarannya bertentangan dengan peraturan undang-undang, moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban.

***

Terima kasih

Bahan Presentasi:Sumarni Dahlan

Marketing Coordinator CARITAS CZECH REP/

Team Penulis Buku Persyaratan Indikasi Geografis/

Ketua Pelaksana Pendirian Forum Perlindungan Nilam Aceh

2 thoughts on “ESSENTIAL OIL

  1. Wow what a beautiful blog..The very look of the page is so appealing. You are in to too much activity..I appreciate it..Hope I have entered my particulars correctly. I don’t speak Indonesian..

    • Thank you very much sir. This just a simple blog because I dont have enough time for edit my blog.
      Its Okay Im understand, if you stay in indonesia, you can speak Bahasa.
      Your are correct.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s