Oleh: sumarnidahlan | April 9, 2010

MY FOOD RECIPES COLLECTION

DEAR TEMAN-TEMAN,

BERIKUT KUMPULAN RESEP MASAKAN KOLEKSI SAYA YANG DIAMBIL DARI NOVA DAN BEBERAPA MAJALAH TERMASUK FEMINA. SAYA PIKIR, ADA BAIKNYA JIKA RESEP TERSEBUT SAYA BAGIKAN KEPADA SESAMA TEMAN YANG JUGA PUNYA HOBBY YANG SAMA.
SELAMAT MENCOBA…

*** RESEP ANEKA CAKE DAN LAUK ****

Baca Lanjutannya…

Oleh: sumarnidahlan | Januari 7, 2009

Daily Misery on the World

Let the people know:

Note: all Photos repro or copy from various media

EARTHQUAKE HITS CHILLE

on February 28, 2010, a day after a huge 8.8-magnitude earthquake rocked Chile early morning, killing at least 700 people. The South American nation has been hit by numerous aftershocks, some reaching over 6 points on the Richter scale, as well as heavy damages in coastal towns resulting from subsequent tsunamis. (Getty Images)


Two women sit by a fire with their dog next to a pile of rubble in Valparaiso after a huge 8.8-magnitude earthquake rocked Chile early killing at least 78 people, on February 27, 2010. The massive quake plunged much of the Chilean capital, Santiago, into darkness as it snapped power lines and severed communications, and AFP journalists spoke of walls and masonry collapsing. People in pyjamas fled onto the streets. AFP PHOTO/Claudio Santana (Photo credit should read CLAUDIO SANTANA/AFP/Getty Images)

People walk among the rubble from destroyed buildings blocking a street in Concepcion on February 28, 2010, a day after a huge 8.8-magnitude earthquake rocked Chile early morning, killing at least 700 people. The South American nation has been hit by numerous aftershocks, some reaching over 6 points on the Richter scale, as well as heavy damages in coastal towns resulting from subsequent tsunamis. AFP PHOTO/Ivan ZAPATA (Photo credit should read Ivan Zapata/AFP/Getty Images)

Cars are seen flipped over after a bridge collapsed in Santiago due to a huge 8.8-magnitude earthquake that rocked Chile early killing at least 78 people, on February 27, 2010. The massive quake plunged much of the Chilean capital, Santiago, into darkness as it snapped power lines and severed communications, and AFP journalists spoke of walls and masonry collapsing. People in pyjamas fled onto the streets. AFP PHOTO/MARTIN BERNETTI (Photo credit should read MARTIN BERNETTI/AFP/Getty Images)


Picture taken on March 1, 2010 showing the massive destruction caused by a tsunami in the Chilean city of Pulluhue, 320 km south of Santiago, three day after a huge 8.8-magnitude earthquake rocked the country and killed at least 711 people. The South American nation has been hit by numerous aftershocks, some reaching over 6 points on the Richter scale, as well as heavy damages in coastal towns resulting from subsequent tsunamis. AFP PHOTO/MARTIN BERNETTI (Photo credit should read MARTIN BERNETTI/AFP/Getty Images)

PALESTINE

daily-misery-in-palestine1

Respecting American and British pacifist resisters (such as American Rachel Corrie) :
daily-misery-in-palestine2
grievous…!
daily-misery-in-palestine122

brute….!
daily-misery-in-palestine3

cutthroat….!Masya Allah
daily-misery-in-palestine23
ruthless…!

daily-misery-in-palestine6

Truly inhumane…!

daily-misery-in-palestine83

barbarous….!

daily-misery-in-palestine7
Who’s?

misery-palestine9
———

HAITI

tearful….

haiti situation on earthquake.jpg


A Haitian man washes the face of his wounded family member as he is treated at the Israeli army hospital on January 18, 2010 in Port-au-Prince, Haiti. (Uriel Sinai/Getty Images)


A man grieves over the dead body of a relative who just passed away after being rescued from the rubble January 19, 2010 in Port-au-Prince, Haiti ((Uriel Sinai/Getty Images)


Sonsonne Semtembre, 9, center, hangs on to a tree branch as he tries to stay in line with others to receive disaster relief at the US 82nd Airborne Division’s forward operating base in Port-au-Prince, Wednesday, Jan. 20, 2010. (AP Photo/Jae C. Hong) #

An injured child is pictured at a makeshift hospital in Port-au-Prince January 16, 2010. (REUTERS/Kena Betancur) #


A Haitian man lies on the ground, injured and bloody, after he was beaten by civilians that accused him of stealing food January 20, 2010 in Port-au-Prince, Haiti. (Uriel Sinai/Getty Images) #


A U.S. marine carries bottled water after landing in a rural area outside Port-au-Prince January 19, 2010. U.S. Black Hawk helicopters swooped down on Haiti’s wrecked presidential palace to deploy troops and supplies on Tuesday as a huge international relief operation to help earthquake survivors gained momentum. (REUTERS/St Felix Evens) #
<img

A man touches his newborn baby, born three days ago, at the Israeli hospital in Port-au-Prince January 20, 2010. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins) #


U.S. Army Private First Class Thomas of the 82nd Airborne Division, stands among a crowd of about 2,000 people to help maintain order as they line up for water distribution at a camp set up on a golf course in Port-au- Prince, Wednesday, Jan. 20, 2010. (AP Photo/Julie Jacobson) #

TSUNAMI ACEH 0N 26 DECEMBER 2004

Impact tsunami in Aceh more than 165000 people were killed or remain missing.

Banda Aceh’s Grand Mosque, Indonesia. When tsunami the mosque also served as a temporary shelter for displaced persons and only reopened for prayers after two weeks. This mosque was saved from quake and tsunami

Human corpse has decays

A car stuck between trash and trees

Almost 70 percent housing is collapes

Oleh: sumarnidahlan | Desember 21, 2008

Pojok Senyum

senyum1

Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil
bertepuktangan, ia berteriak, “Not a play! Not a play!”

Nadine bengong. “Not a play?”

“Yes. Not a play. Bukan main.”

Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. “Bukan main itu bukan not a
play, Djan.”

“Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok.”(Orang
saya sudah periksa di kamus kok).

Lalu berpaling ke Nadine. “Lady, let’s corner (Mojok yuk). But don’t
think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan) . I just want a meal
together.” (Saya cuma mau makan bersama).

“Ngaco kamu, Djan,” Tukidjo tambah gemes.

“Don’t be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK
toch?” (Salah sedikit OK toh).

Nadine cuman senyum kecil. “I would love to, but …”

“Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin
kamu jadi nggak enak)” sambut Wakidjan ramah.
“Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various
kok.”
(Saya nggak akan macam-macam kok).

Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal. “Disturbing
aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor?” (Ganggu aja
sih. Emang itu bahasa punya moyang lu).

Tukidjo cari kalimat penutup. “Just itchy Djan, because you speak
English as delicious as your belly button.” (Gatel aja, Djan, soalnya kamu
ngomong Inggris seenak udelmu dewe).

Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, “His name is also effort.”
(Namanya juga usaha)

nb : (from mail by mail)
Ga tau siapa yang memulai dan dari mana asal usulnya tapi guyonan “english rusak” ini bergulir di semua mail rekan- sekantorku .
Aada yang ngasih komen:” this story right-right delicous alias ceritanya bener2 enak”

Salam aku buat all MC staff in Aceh: Ibu Stania Yasin si penyebar virus cerita, Pak Rizal, Pal Zul, Pak Ridwan, Pak Bambang, Pak Isnaini, dll yang susah buat disebutin atu-atu.

Oleh: sumarnidahlan | Desember 18, 2008

ARTICLE

PEDESTRIANISASI KOTA WISATA BERSEJARAH

Jalan kaki merupakan alternatif moda perjalanan yang dapat menghemat energi karena tidak membutuhkan bahan bakar minyak dan bebas polusi.

Sesuai dengan tujuannya yakni memberikan lingkungan pedestrian yang baik, udara bersih, tidak berisik dan nyaman, pedestrian juga dapat mencegah kemacetan lalu lintas seperti yang sering terjadi pada jam-jam tertentu.

*Pedestrian Kawasan Wisata
Menelusuri kota Banda Aceh mengingatkan kita pada sebuah kota kecil bersejarah di semenanjung Malaysia. Kota Malaka atau tepatnya Bandar Hilir
ini memiliki berbagai objek bersejarah diantaranya museum budaya, bangunan Stadhuys yang memiliki seni arsitek Belanda, peninggalan portugis, dan berbagai objek yang menarik lainnya.

Dengan hanya berjalan kaki, kita bisa menikmati suasana asri sambil duduk melepas lelah di sudut taman. Kawasan ini memiliki pelayanan pedestrian yang cukup disamping sarana transportasi tempoe doeloe yang disebut “andong”. Kereta yang ditarik oleh seekor sapi tersebut membawa pengunjung berkeliling area untuk berbelanja baik souvenir maupun sekedar berkeliling area objek wisata termasuk pusat perbelanjaan Mahkota Parade.

Jika Banda Aceh sebagai ibukota Serambi Mekah kita ibaratkan Kota Malaka, sedang kawasan Baiturrahman adalah Bandar Hilir yang memiliki berbagai bangunan bersejarah. Sementara pusat perbelanjaan Pante Pirak atau Pasar Atjeh adalah “Mahkota Parade”nya. Maka akan terciptalah kota wisata sejarah yang sangat menarik seperti Malaka.

Adalah sangat mendukung karena kota Banda Aceh memiliki beragam peninggalan sejarah seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Aceh, Makam Sultan Iskandar Muda, Makam Kandang Meuh, Makam Kandang XII, Pendopo Gubernur, Gunongan, Kerkhoff, Taman Sari, Tugu Kemerdekaan, Monumen RI dan beberapa objek menarik lainnya.

Tidak jauh dari kawasan Baiturrahman masih ada beberapa objek wisata lainnya yang mencatat sejarah baru sebagai kawasan wisata tsunami.
Berita terseretnya kapal berbobot 3600 ton sejauh empat kilo meter telah menyebar luas ke berbagai negara.
Bahkan sebagian mengatakan peristiwa ini merupakan salah satu dari sekian keajaiban dunia.
Kalau dulu, tidak lengkap rasanya menjejakkan kaki ke kota Banda Aceh kalau tidak melihat dari dekat Masjid Raya Baiturrahman.
Saat ini objek wisata yang harus dikunjungi bertambah, salah satunya adalah PLTD Apung.
Sayangnya untuk mencapai objek tersebut kawasan ini belum terpenuhi sarana pedestrian yang memadai. Siang hari udara menyengat yang membuat para wisatawan enggan untuk melangkahkan kaki meski jaraknya cukup dekat dengan objek bersejarah lain seperti Kerkhoff dan monumen RI.

Tidak tertatanya sistem pedestrian yang menghubungkan ruang-ruang terbuka hijau menuju objek wisata baru ini membuat suasana tidak nyaman. Pengunjung yang datangpun hanya sekedar melihat dan tidak ingin berlama-lama lalu meninggalkan lokasi.
Kalau saja kawasan wisata ini tertata rapi, asri dan dapat dimanfaatkan untuk duduk sambil menikmati jajanan kecil, alangkah nyamannya mengunjungi lokasi tersebut.

Pedestrianisasi Kawasan Perkotaan

Pertumbuhan ekonomi kota Banda Aceh meningkat pesat pasca tsunami diiringi dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor khususnya sepeda motor.
Hal ini dipengaruhi kehadiran BRR dan sejumlah NGO yang membantu proses rehab rekon. Sewa rumah melambung yang dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan tinggal maupun kantor. Demikian pula harga makanan selangit termasuk ongkos transport yang berlipat ganda melebihi biasanya baik angkutan umum, becak dan taksi. Uang seolah gampang diperoleh manakala masyarakat masih terus mendapat bantuan termasuk kebutuhan pokok seperti makanan dan lain-lain. Mereka yang cepat tanggap akan berusaha memanfaatkan situasi ini dengan membuka usaha apa saja yang tentunya menghasilkan uang.

Seiring dengan akan berakhirnya tugas BRR di Aceh dan Nias, pemerintah setempat perlu memikirkan bagaimana kondisi kota Banda Aceh pasca BRR dan NGO.

Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dimana masyarakat baik pedagang, relawan yang semula terbiasa dengan pendapatan tinggi karena berkurangnya jumlah NGO yang ada. Masyarakat akan kembali ke kehidupan normal bahkan bukan tidak mungkin, mereka akan meninggalkan pola hidup konsumtid dan dalam keadaan terpaksa, menjual kendaraan mereka karena faktor ekonomi atau dengan pertimbangan tidak diperlukan lagi. Ketiadaan kendaraan pribadi mendorong mereka untuk kembali memilih angkutan labi-labi disamping becak bermotor sementara pelayanan transportasi belum mampu menjangkau 89 kelurahan yang ada.

Kenyataan yang terlihat di lapangan, labi-labi sebagai sarana tranportasi umum hanya melintasi jalan protokol dan warga terpaksa berjalan kaki dari pemukiman ke tepi jalan.Ironisnya lagi, setelah lelah berjalan mereka harus berdiri di terik matahari menunggu angkutan yang lewat. Ini disebabkan karena ketiadaan sarana pendukung seperti halte, bangku atau setidaknya pepohonan sekedar tempat berteduh.

Pada seminar “Studi Pengembangan Sistem Transportasi Intermoda dan Sistem Pedestrian Kota Banda Aceh 2007-2008, PT Qorina Konsultan Indonesia sebagai salah satu konsultan tata ruang yang ditunjuk oleh Satker Penataan Ruang dan Permukiman BRR NAD-Nias untuk proyek ini memaparkan hasil surveynya. Dikatakan, pedestrian juga dapat menjadi escape building sesuai kondisi yang ada mengingat masyarakat Aceh masih trauma akibat bencana tsunami.
Dalam pembahasan yang dihadiri berbagai elemen terkait transportasi baik dari pihak Organda, Dinas perhubungan, para ahli, dosen dan lain-lain disinggung pula tentang beberapa sarana pedestrian yang kondisinya sangat memprihatinkan. Trotoar yang menganga di sana sini, meski tertutup akan tetapi sangat berbahaya bagi pejalan kaki. Ibarat enjotan (ayunan), ketika satu sisi dipijak maka sisi lainnya akan terjungkit ke atas.
Padahal trotoar sangat dibutuhkan oleh si pejalan kaki terutama saat darurat seperti yang terjadi beberapa waktu sebelumnya. Saat early warning system tiba-tiba berbunyi, seluruh warga panik dan berupaya menyelamatkan diri. Mereka berlari di trotoar dan terjatuh ke dalam lubang akibat kondisi trotoar yang sudah rusak akibat tsunami.

Untuk menciptakan Banda Aceh sebagai kota pejalan kaki memang masih jauh dari harapan. Kendalanya adalah sistem pedestrian yang belum tertata rapi. Pemandangan yang lazim terlihat tiap pagi bahkan siang dan sore hari, para pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar harus menyeberang jalan sendirian tanpa bantuan orang lain akibat ketiadaan jembatan penyeberangan. Ini sungguh berbahaya bagi keselamatan mereka apalagi kesadaran para pengemudi kendaraan terutama angkutan umum di kota Banda Aceh masih sangat kurang.

Bukan hanya faktor ketiadaan sarana pendukung pedestrian, beberapa permasalahan lain juga sangat mengganggu sistem pedestrian. Kehadiran pedagang kaki lima di seputaran Masjid Raya misalnya, telah merubah fungsikan area yang ada. Sedianya tempat pejalan kaki malah digunakan untuk berdagang.
Kawasan lain seperti jalur antara terminal angkutan labi-labi menuju pasar Aceh, letaknya tidak terlalu jauh namun ketiadaan sarana pedestrian yang baik menyebabkan jarang sekali terlihat orang berjalan kaki.

Pergerakan pedestrian di beberapa lokasi seperti Simpang Lima, perempatan Jalan Diponegoro, pertigaan jalan STA.Mahmudsyah-jalan Pante Pirak-Jalan Diponegoro secara keseluruhan tingkat pelayanan pedestrian masih sangat buruk.
Dari pusat kota menuju pusat perbelanjaan Pante Pirak misalnya, tidak ada ruang terbuka hijau yang menarik minat warga yang berada di pusat kota persisnya di kawasan Masjid Raya untuk berjalan kaki.Padahal angkutan umum labi-labi tidak melewati kawasan tersebut dan posisinya pun tidak jauh.Sarana untuk pedestrian seperti tempat duduk untuk melepas lelah setelah berjalan belum mencukupi.

Keamanan juga perlu menjadi pertimbangan untuk pedestrian terutama pada malam hari, kondisi jalan yang gelap gulita akan membuat rasa takut pejalan kaki.
Terlepas dari persoalan minim tidaknya pejalan kaki, pedestrian memang sangat mendukung terciptanya lingkungan aman, nyaman demi terwujdnya kota wisata bersejarah dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.

Lihat saja kota Malaka yang mayoritas turunan Tionghoanya hidup berdampingan dengan bangsa Melayu dan menjadi pemeluk Islam yang taat pula.***
(Penulis adalah Pekerja Media dan ikut dalam Tim “Studi Pengembangan Sistem Transportasi Intermoda dan Sistem Pedestrian Kota Banda Aceh” PT.Qorina Konsultan Ind-Satker Penataan Ruang dan Permukiman BRR-NAD Nias)

***
PROYEK EDFF UNTUK SIAPA?

Sudah 4,6 tahun tragedi memilukan yang merenggut ratusan ribu nyawa manusia yang tidak berdosa di Aceh dan Nias. Di tengah ratapan para sanak keluarga yang ditinggalkan kita patut berucap syukur atas perhatian dunia yang memberikan bantuan melalui tangan LSM baik lokal maupun asing. Berbagai bentuk bantuan mulai dari perbaikan infrastruktur seperti pembangunan perumahan bagi korban tsunami, pendidikan, rehabilitasi mental, dan lain-lain.

6 April 2009, ditandai dengan berakhirnya masa tugas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias (BRR NAD-Nias) maka proses rehab rekon pun berakhir pula.
Sebelumnya, satu persatu LSM yang awalnya mencapai ratusan jumlahnya telah meninggalkan Aceh dan kembali ke negara mereka masing-masing.
Kini hanya ada beberapa yang masih bertahan dan kebanyakan adalah yang memang sudah terlebih dulu eksis di Indonesia jauh sebelum tsunami dan berkantor di Jakarta.

Ketakutan masyarakat Aceh sepeninggal LSM asing sebenarnya tidak perlu terjadi apabila masyarakat tidak lagi berharap hidup dari bantuan materil mereka.
Sudah saatnya bangkit bersama-sama menata kembali kehidupan seperti saat sebelum tsunami memporak-porandakan sebagian wilayah NAD-Nias.

Aceh memiliki kekayaan alam dari hasil laut, hutan, tambang, pertanian dan masih jauh lebih baik dibanding wilayah lain di Indonesia termasuk Pulau Jawa yang masyarakatnya masih hidup di bawah garis kemiskinan meski sudah bekerja keras.

Apalagi kepergian LSM luar tidak terjadi secara mendadak dan masih ada yang tetap berjalan untuk program pasca tsunami.

Masyarakat Aceh, khususnya korban tsunami masih bisa bernafas lega karena pada 2009-2011, negara-negara Eropa yang tergabung dalam Multi Donors Fund (MDF), berjanji akan membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 miliar.
Economic Development Financing Facility (EDFF) akan membiayai serangkaian subproyek dalam mendorong pemulihan ekonomi pascatsunami serta pembangunan ekonomi jangka panjang yang merata dan berkesinambungan di Aceh.

Jika Aceh mampu memanfaatkan bantuan tersebut maka dana yang akan diberikan merupakan titik awal pembelajaran kemandirian masyarakat terutama LSM-LSM lokal yang ada untuk bersama-sama meningkatkan perekonomian Aceh melalui sektor perkebunan, perikanan, pertanian yang bisa menjadi lahan bisnis yang menguntungkan.

Untuk pengerjaan proyek ini, PMU sebagai unit pengelola dana telah mengundang secara terbuka para Sub-project Implementing Entities/SIE yang terdiri dari berbagai LSM baik asing, lokal, asosiasi, sektor swasta untuk meneruskan proses pembangunan di Aceh dari berbagai sektor secara berkesinambungan.
Namun komite seleksi yang terdiri dari pemerintah provinsi Aceh, pemerintah pusat, dan anggota masyarakat akademis yang dilibatkan dalam memilih sub proyek harus selektif dalam membantu menentukan sub proyek yang akan bekerja nanti.

Spesifikasi Pemilihan Proyek

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dimana selain mengatasi hambatan bisnis , termasuk sarana dan prasarana, maka penciptaan lapangan kerja juga perlu mendapat prioritas.

Bagaimana mengurangi ketergantungan Aceh terhadap Sumatera Utara dari berbagai sektor seperti yang selama ini terjadi. Pada sektor pertanian misalnya, upaya apa yang dapat dilakukan guna menekan tingginya arus keluar gabah Aceh ke Medan. Tersedianya beberapa bahan pokok untuk konsumsi lokal tanpa seluruhnya menerima pasokan dari Sumatera Utara.

Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana meningkatkan perekonomian dari sektor-sektor yang ada tanpa merusak sistem yang telah dibentuk oleh petani sebelumnya.

Jika sebelum proyek EDFF masyarakat petani sudah menanam misalkan kedelai maka tidak perlu berhenti dan beralih menanam jenis palawija lain mengingat komoditi tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan dan bahan baku bagi industri makanan lainnya.
Apa upaya yang dilakukan agar produksi meningkat serta menjadikan komoditi yang telah mereka pilih sebelumnya menjadi sebuah bisnis pertanian yang memiliki prospek yang cerah ke depannya.

Penganekaragaman tanaman palawija perlu digalakkan dan kita bisa memetik pelajaran berharga dari apa yang pernah dialami saudara kita para petani di Tanah Karo beberapa tahun silam. Saat itu masing-masing petani hanya menanam satu jenis tanaman saja dan apa yang terjadi saat panen, harga komoditi tersebut turun drastis dan mereka mengalami kerugian besar bahkan ada yang nekad mengakhiri hidupnya.

Kita tidak ingin hal tersebut terjadi di Aceh dan untuk itu pihak yang berkompeten dalam mengambil keputusan baik itu Project Management Unit (PMU) maupun Worldbank harus berhati-hati dalam memutuskan siapa pemenang proyek ini. Perlu difikirkan lebih jauh lagi apa manfaat dan resikonya ke depan.

Teks Photo: salah satu area pertanian yang dulunya terparah dilanda tsunami di kawasan Aceh Besar-photo by: Marni

Terciptanya Lapangan Kerja Lokal

” Para negara yang tergabung di dalam Multi Donor Fund untuk Aceh akan menghibahkan dana tersebut bagi pemberdayaa ekonomi masyarakat Aceh yang menjadi korban konflik dan tsunami pada 2009-2011.
Setelah empat tahun proses rehab-rekon, masyarakat Aceh sudah bisa menatap kembali masa depannya, setelah pihak BRR bersama 400 lembaga dan negara donor, telah membangun rumah dan berbagai fasilitas umum dan sosial. Namun, masyarakat Aceh, terutama para korban tsunami dan konflik, masih sangat membutuhkan modal dan lapangan kerja, supaya mereka bisa hidup tenang bersama keluarganya, demikian Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar. (Serambi 27 May 2009 dengan judul ” MDF Bantu Rp.500 M untuk Ekonomi Aceh” )

Dari pernyataan Wagub tersebut bahwa modal usaha dan lapangan kerja memegang peranan penting dalam mensejahterakan ekonomi masyarakat.

Terciptanya lapangan kerja sebagai salah satu sasaran dari proyek ini harus benar-benar terlaksana mengingat pasca BRR dan NGO, saat masa tanggap darurat dan masa sekarang sudah jauh berbeda.

Pada masa emergency para pencari kerja yang berasal dari luar daerah banyak mendominasi sejumlah LSM asing yang ada. Kini saatnya pula para sub proyek yang mendapat dana EDFF menyerap tenaga kerja lokal dan mampu menciptakan lapangan usaha bagi masyarakat.

Hal ini guna mencegah terjadinya kecemburuan sosial seperti yang terjadi di masa lalu saat industri-industri besar masih berdiri megah di kawasan industri Lhokseumawe.

25 Juni 2009 batas akhir penerimaan proposal untuk proyek EDFF, melihat dari kriteria yang ditetapkan bagi para kandidat, kita masih menaruh harapan para LSM lokal, asosiasi lokal dan yayasan lokal atau LSM yang memiliki tenaga kerja lokal mendapat prioritas agar proses kemandirian bisa terlaksana dan ketergantungan masyarakat terhadap LSM asing akan berkurang.

Saatnya dunia mempercayakan LSM lokal untuk mengelola serta membangun daerah nya sendiri sehingga rasa cemas saat ditinggalkan oleh NGO asing pasca tsunami berangsur hilang.

Jangan sampai proyek ini malah menjadikan masyarakat Aceh sebagai korban kepentingan segelintir oknum yang bekerja hanya untuk mendapatkan keuntungan dan pergi begitu saja setelah dana di Aceh menipis karena yang rugi adalah orang Aceh sendiri.

Proyek ini tidak perlu merubah mata pencaharian masyarakat yang awalnya petani pala menjadi kopi, dari petani kedelai menjadi palawija lain yang tidak bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, atau dari nelayan tangkap menjadi budidaya. Namun yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan produksi dan ekonomi masyarakat dari sektor yang ada baik pertanian, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.

( Sumarni Dahlan)
*****
*****

Tsunami Heritage and Transportation Guide in Banda Aceh

Warisan Tsunami  dan Panduan

Menuju Objek Wisata

Banda Aceh

Oleh: Sumarni Dahlan

Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memiliki berbagai bangunan peninggalan kerajaan Aceh dimasa kejayaannya. Bukan hanya objek wisata sejarah,  setelah terjadinya musibah  tsunami   26 Desember 2004 lalu,  kota Banda Aceh dan sekitarnya banyak dikunjungi para wisatawan yang ingin menyaksikan reruntuhan akibat hantaman ombak tsunami.

Tulisan ini mungkin akan membantu kita untuk menelusuri berbagai objek wisata yang ada mengingat satu objek dengan objek lainnya saling berdekatan.

Penulis menjadikan Terminal Keudah sebagai titik  awal perjalanan karena letaknya di pusat kota Banda Aceh agar tidak membingungkan para wisatawan dan tarif angkutan bisa berubah sesuai ketentuan yang berlaku.

1.Objek Wisata  Sejarah

Perjalanan dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di pusat kota untuk memudahkan para wisatawan karena sebagian besar objek wisata sejarah  yang ada di Banda Aceh terdapat di sekitar Masjid Raya tepatnya Kecamatan Baiturrahman.

1.1 Masjid Raya Baiturrahman

(The Grand Mosque Baiturrahman)

masjid raya baiturrahman

Photo by: Marni.D

Berada di pusat kota Banda Aceh, bangunan yang memiliki ornamen luar biasa indah ini sudah  berdiri megah sejak abad ke XII. Masjid ini pernah terbakar beberapa kali ketika Belanda menyerang Kutaraja (Banda Aceh) tepatnya tahun 1883, namun untuk menarik simpati masyarakat Aceh  pemerintah Kolonial Belanda membangunnya kembali. Belum lengkap rasanya apabila sudah menginjakkan kaki di Banda Aceh  namun tidak berkunjung atau melihat langsung bangunan ini. Saat tsunami,  sedikitpun rusak bangunan aslinya bahkan para warga sekitar masjid raya menyelamatkan diri dengan berlindung di dalam masjid. Karena letaknya yang strategis   maka untuk mencapai lokasi bangunan tidaklah sulit, cukup dengan menaiki becak dari terminal angkutan Keudah atau labi-labi (angkutan umum) yang setiap hari lalu lalang di pusat kota, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Trayek Angkutan labi-labi yang melewati kawasan Masjid Raya:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata).

Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.5000 bila menggunakan becak bermotor.

1.2. Museum Aceh

(Aceh Museum)

musium-aceh(Photo by: Marni)

Masih di kawasan Baiturrahman,  beberapa ratus meter ke depan (dari samping kanan Bharata Dept Store) terdapat musium Aceh yang merupakan bangunan tradisional Aceh pada masa Gubernur Militer Belanda, Van Swart

1914. Di depannya mengalir Sungai Krueng Aceh dan apabila sungai tersebut memiliki sarana transportasi seperti perahu atau sampan maka  setelah melewati Rumoh Aceh kita bisa menikmati indahnya Meuligo atau pendopo serta gunongan. Di samping kanan  terdapat sebuah jam besar yang dikenal dengan sebutan lonceng Cakra Donya. Dari sejarah diketahui bahwa  lonceng tersebut merupakan hadiah dari raja Cina, Dinasti Ming yang diantar oleh Laksamana Cheng Ho tepatnya tahun 1414. Pada lonceng terdapat tulisan “Sing Fang Niat Toeng Juut Kat Tjo”. Bangunan ini berada tidak jauh dari masjid Raya dan bisa ditempuh dengan jalan kaki saja atau menaiki becak bermotor.Untuk menuju lokasi bisa juga dengan menumpangi becak bermotor karena kendaraan umum tidak melintas di jalan STA.Mahmudsyah.

Namun bisa juga menaiki angkutan umum:

- Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

- Terminal Keudah-Seulimum

- Terminal Keudah-Indrapuri

- Termina Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.

1.3. Makam Sultan Iskandar

(The Grave of Sultan Iskandar Muda)

makam-sultan-iskandar-muda

Photo by: Marni.D

Di sebelah musium Aceh terdapat makam Sultan Iskandarmuda, seorang raja yang kejayaannnya hingga mencapai semenanjung Malaysia dan sekitarnya. Iskandarmuda merupakan raja yang sangat berwibawa dan bijaksana bahkan ia mampu menjadikan Aceh sebagai pusat perdagangan pada masa itu.Terletak di Kelurahan Peuniti, Kecamatan Baturrahman tepatnya Komplek Baperis. Untuk menjangkau lokasi dapat melalui Jalan Sultan Mahmudsyah, di depan Pendopo Gubernur. Makam ini berbatasan dengan Kompleks  Makam Kandang Meuh dan Gedung Museum Negeri Aceh di sebelah Utara, gedung urusan rumah tangga gubernuran di sebelah selatan, Kelurahan Peuniti di sebelah timur dan asrama TNI AD di sebelah barat. Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi:

1.4 . Makam Kandang XII

(The Graves Kandang Meuh XII)

makam-kandang-xiiPhoto by:Marni.D

Komplek pemakan terdapat di Kelurahan Keraton, Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh. Ada 12  makam Sultan terdapat di komplek ini diantaranya:Makam Sultan Ali Mughayatsyah, Sultan Alaidin Riayatsyah al Qahar dan Sultan Salahuddin Riayatsyah. Komplek pemakaman terukir baik dan terawat serta terletak di tempat cukup strategis yakni di Jalan Sultan Alaidin Mansursyah, berjarak 200 meter dari pendopo Gubernur ke arah barat. Makam dapat dikunjungi setiap hari namun tidak ada penjaga khusus makam tersebut. Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi labi-labi:

- Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

- Terminal Keudah-Seulimum

- Terminal Keudah-Indrapuri

- Terminal Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.

1.5 Komplek Makam Kandang Meuh

(The Kandang Meuh Grave)

makam-kandang-meuh

Photo by: Marni.D

Masih di lokasi yang sama, di komplek Baperis dan Komplek Museum Negeri Aceh terdapat Makam Kadang Meuh.Dua raja Aceh, yang pertama disebut Kandang Meuh dan satu lagi disebut Komplek Makam Sultan Ibrahim Mansursyah.Yang dimakamkan di komplek tersebut adalah Putri Raja anak Raja Bengkulu, Sultan Alaidin Mahmudsyah, Raja Darussalam, Tuanku Zainal Abidin, dan lain-lain.Sedang di komplek Makam Sutan Ibrahim Mansur syah dimakamkan antara lain:Pocut Rumoh Geudong (istri Sultan Ibrahim Mansur), Pocut Sri Banun (anak Sultan Ibrahim Mansur), Sultan Muhammadsyah (anak sultan Mahmud syah), Sultan Husein al Johar al alam syah (anak sultan Mahmud syah), Putro Binen (Kakak sultan Ibrahim Mansur syah, dll.Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi labi-labi:

- Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

- Terminal Keudah-Seulimum

- Terminal Keudah-Indrapuri

- Terminal Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro

Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin

1.6. Pendopo Gubernur

(The Govermor Hall)

Photo by: Marni.D

Di luar Komplek Baperis (bersisian ) terdapat bangunan tempat kediaman Gubernur yang merupakan jejak peninggalan kolonialisme di Banda Aceh. Letaknya di ujung Jalan STA Mahmudsyah dan bangunan memiliki nilai historis-arkeologis yang cukup tinggi dan layak dijadikan sebagai bangunan cagar  budaya. Sungai kecil yang bermuara di Krueng Aceh dahulu dimanfaatkan oleh sekoci-sekoci kapal perang Belanda untuk menghubungkan tempat pendaratan di pelabuhan Ulee Lheu dengan kediaman Komandan Militer dan Sipil Belanda.Tahun 1987 gedung tersebut diganti dengan sebutan Meuligo (Mahligai Aceh).Hanya orang tertentu saja yang bisa masuk ke halaman Pendopo dan itu pu apabila ada acara gubernuran.Meski tsunami menghantam hampir seluruh kawasan kota, namun bangunan tidak mengalami kerusakan sama  sekali bahkan tidak tersentuh air.Tidak ada angkutan umum melintasi jalan tersebut namun bisa dengan menumpangi labi-labi:

- Jurusan Terminal Keudah-Lambaro

- Terminal Keudah-Seulimum

- Terminal Keudah-Indrapuri

- Terminal Keudah-Montasik

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-JlT.Chik Di Tiro . Lalu turun  setelah jembatan di persimpangan jalan STA.Mahmudsyah-Jl.T.Chik Di Tiro

Tarif angkutan tetap yakni Rp.2000 dan Rp.7000 bila menggunakan becak mesin.

1.7. Gunongan

(Gunongan Princess Playground))

gunonganPhoto by: Marni.D

Bila masih ingin menikmati beberapa bangunan bersejarah, melalui samping kiri pendopo perjalanan dilanjutkan ke arah Neusu Jaya yang merupakan Komplek Militer Iskandarmuda. Dari kejauhan nampak Gunongan, Disebut gunongan karena bentuknya persis gunung buatan.Sultan Iskandar Muda 1608-1636) sengaja membangun tempat bermain tersebut untuk sang pemaisuri yang disuntingnya dari negeri Pahang Malaysia. Gunongan merupakan wujud kecintaan sang Raja kepada ”Putro Phang” yang jauh  dari keluarga.

Trayek Angkutan labi-labi  untuk mencapai lokasi:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.T.Umar.

Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.10.000  bila menggunakan becak bermotor.

1.8 Taman Budaya

Bersebelahan dengan gunongan tepatnya di Jalan Teuku Umar, sebuah gedung budaya atau lebih dikenal dengan sebutan Taman Budaya berdiri megah. Di sini tempat berlangsungnya pagelaran seni dan tempat berkumpulnya seniman-seniman Aceh. Bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari gunongan atau dari Terminal Keudah menaiki  labi-labi.

Trayek Angkutan labi-labi  untuk mencapai lokasi:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah-Lampeuneurut

-Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ulee Lheu

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.T.Umar. Tarif angkutan Rp.2000 dan Rp.10.000  bila menggunakan becak bermotor.

1.8. Kerhoff

(Dutch Graves)

Kerkhoff

Photo by: Marni.D

Merupakan areal pekuburan tempat peristirahatan terakhir para serdadu Belanda  saat  peperangan melawan Kerajaan Aceh Darussalam yang disebut Kerkhoff. Ada lebih kurang 2.200 orang serdadu termasuk Jendral Kohler  yang tewas diterjang peluru pejuang Aceh di depan Masjid Raya dan keseluruhannya dikuburkan di tempat tersebut. Saat tsunami, komplek pekuburan dipenuhi mayat dan sampah yang memakan waktu yang cukup lama untuk membersihkannya. Letaknya tidak jauh dari Simpang Jam menuju Ulee Lheue dan  pintu utama terletak di depan Blang Padang.

Trayek angkutan yang melewati lokasi:

-Terminal Keudah-  Ulee Lhue

Tarif angkutan hanya 2000 rupiah dan 10.000 rupiah menggunakan becak bermotor

1.9.Perpustakaan Ali Hasjmi

(Ali Hasjmi Libary)

Agar tidak bolak-balik yang memakan waktu dan biaya juga tenaga yang banyak, masih ada satu tempat lagi yang menarik untuk dikunjungi yakni sebuah  taman baca yang terletak di Jalan Sudirman Banda Aceh. Bangunan ini merupakan tempat tinggal seorang ulama, Budayawan Aceh dan Politikus yang cukup terkenal .Prof.DR.Ali Hasjmi wafat pada 18 Januari 1998 di Rumah sakit    Umum dr Zainoel Abidin, Banda Aceh. karena serangan jantung.

Yayasan Pendidikan Ali Hsjmi diresmikan oleh Prof.DR.Emil Salim, Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup saat itu.

Ali Hasjmy mewakafkan bangunan berupa rumah, dan seluruh buku, baskah-naskah, album photo sejarah di atas tanah seluas 3000m2 kepada Yayasan.
Tidak heran bila kita memasuki ruangan, di dalamnya  terdapat berbagai macam koleksi photo kegiatan almarhum Ali Hasjmi, naskah kuno, piagam, dan plakat. Selain itu terdapat koleksi benda-benda antik seperti guci.Ali Hasjmi sangat produktif menulis dan ada 50 buah buku karyanya. Diantara beberapa ruang baca yang paling menarik adalah Ruang Khazanah Dunia Melayu Raya yang berkoleksi buku-buku rumpun Melayu Asia Tenggara.

Trayek Angkutan labi-labi  untuk mencapai lokasi:

-Terminal Keudah- Keutapang Dua

-Terminal Keudah- Mata Ie

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.T.Umar- Simpang Tiga- Jalan Sudirman.

Tarif angkutan Rp.2000

1.10. Taman Sari

(Playground Taman Sari)

taman-sari2Photo by: Marni.D

Di Pinto Khop yang berada tidak jauh dari gunongan terdapat taman bermain anak-anak sehingga tempat ini ramai dikunjungi terutama pada sore hari atau hari libur. Letaknya memanjang di sebelah selatan Masjid Baiturahman dulu di taman ini  berdiri Hotel Aceh tempat Bung Karno bertemu dengan tokoh-tokoh pengusaha Aceh. Namun Hotel bersejarah ini sudah tidak ada.

Trayek angkutan yang  melintasi lokasi:

-Terminal Keudah- Mata Ie

-Termina; Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah Ule Lheue turun di depan Kantor Walikota

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U.Turun di depan kntor Walikota Tarif angkutan Rp.2000 dan becak bermotor Rp.5000

1.11. Tugu Kemerdekaan

(Liberty National Monument)

tugu-kemerdekaan Photo by: Marni.D

Masih di Komplek Taman Sari berdiri Tugu Kemerdakaan  yang memiliki sejarah tersendiri. Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI tempat ini digunakan untuk mengadakan berbagai acara perlombaan seperti panjat pinang, dan sebagainya.

Trayek angkutan yang  melintasi lokasi:

-Terminal Keudah- Mata Ie

Terminal Keudah-Lhoknga

-Terminal Keudah-Ajun

-Terminal Keudah Ule Lheue

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U.Turun di depan Kantor Walikota.  Tarif angkutan Rp.2000 dan becak bermotor Rp.5000

1.12. Monumen RI 001

(The Monument RI Seulawah)

000_0020Photo by: Marni.D

Rakyat Aceh memiliki andil yang cukup besar dalam dunia penerbangan kita. Di saat seluruh wilayah RI dikuasai Belanda, Aceh yag tidak tertaklukkan menjadi modal bagi perjuangan RI. Rasa sosial masyarakat Aceh yang cukup tinggi  mereka menyumbangkan harta benda termasuk emas untuk membeli  dua buah pesawat yang diprakarsai masyarakat dan Soekarno dalam pertemuan di Hotel Atjeh seharga $ 120.000 atau 25 kg emas.Replika DC3 Seulawah Agam kini  dapat dilihat di Blang Padang, Banda Aceh.Tidak jauh dari monumen RI  terdapat lokasi terdamparnya kapal milik PLTD Apung. Trayek angkutan yang melewati lokasi:

-Terminal Keudah-  Ulee Lhue

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:

Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.ST.Iskandarmuda.

Tarif angkutan hanya 2000 rupiah dan 10.000 rupiah menggunakan becak bermotor.

1.13 Makam Syiah Kuala

(Syiah Kuala Grave)

000_0318Photo by: Marni.D

Setelah seharian penuh melakukan perjalanan menikmati berbagai objek bersejarah di sekitar Masjid Raya, keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke objek wisata yang lokasinya agak jauh dari kota Banda AcehDi Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala terdapat makam seorang ulama besar Kerajaan Aceh Darussalam yang hidup di abad 16 Masehi. Syech Abdurrauf bin Ali Al Jawi Al Fansuri Al Singkili yang diberi gelar kehormatan Teungku Syiah Kuala.Beliau hidup pada masa kejayaan Sultanah Ratu Safiatuddinsyah dan  makamnya banyak diziarahi terutama oleh umat Islam dari berbagai penjuru tanah air maupun negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan beberapa negara Islam lainnya.Saat tsunami, objek wisata tersebut banyak mengalami kehancuran dan kini telah dilakukan perbaikan.Memang lokasinya jauh dari pusat kota sekitar 5 km dan apabila ingin berkunjung ke Makam tersebut harus menggunakan kendaraan pribadi atau carteran karena tidak ada angkutan umum yang melintas di sana.

1.14. Kopelma Darussalam

(Syiah Kuala University Monument)

tugu-okPhoto by: Marni.D

Dari Makam Syiah Kuala perjalanan beralih ke Kopelma Darussalam sebagai pusat pendidikan di Aceh khusunya Banda Aceh. Konon beberapa waktu lalu, Darussalam adalah pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan di nusantara dan wilayah Asia tepatnya saat kerajaan dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda. Menururt sejarah, Kopelma (Komplek Pelajar dan Mahasiswa) dimulai dengan terbentuknya sebuah badan atau yayasan bernama Yayasan Dana Kesejahteraan (YDKA) tanggal 21 April 1958. Kopelma diresmikan oleh Menteri agama RI K.H Moh Ilyas tanggal 17 agustus 1958 dan dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Unsyiah. Setahun kemudian Kopelma Darussalam diresmikan oleh Soekarno dengan pembukaan Fakulas Ekonomi sebagai embrio Unsyiah. Presiden RI menoreh perbuatan bermakna pada tugu tersebut:Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata, Darussalam menuju kepada pelaksanaan cita-cita. Selain Universitas Syiah Kuala, di Komplek tersebut terdapat pula  IAIN Ar Raniry sebuah perguruan tinggi islam ternama.

Trayek angkutan yang  melintasi lokasi:

-Terminal Keudah- Darussalam

-Terminal Keudah-Tungkop

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.. Cut Mutia-Jl.R.Supratman-Jl.T.Panglima Polem-Jl.T.Daud Beureueh-Jl.T.Nyak Arief. Tarif angkutan hanya 2000 rupiah.

1.15 .Makam Tgk. Turki

(Tgk.Turkey Grave’s and Mosque)

000_0312Photo by: Marni.D

Komplek makam kuno peninggalan Turki terletak berbarengan dengan  Masjid Turki yang  terletak di Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru.Luas areal 500 m2 dan berada di tengah-tengah perkampungan penduduk. Di sekitar makam itu terdapat mesjid kuno yang bangunannya mirip seperti bangunan Turki dengan status tanah wakaf.Pada masa dulu, Bitai merupakan perkampungan yang ditempati para ulama Islam dari Pasai Pidie dan Ulama itu berasal dari Negara Baitul Muhadis dan Turki.Pada saat wafatnya Raja Salahuddin, orang Turki memberikan wasiat bahwa pada saat meninggal dunia mereka minta dimakamkan saling berdekatan yaitu di Komplek Situs Makam Tuanku Di Bitai.

Sebagai wilayah terparah dilanda tsunami, korban yang hilang tidaklah sedikit namun atas bantuan Turki melalui palang merah dan bulan sabit merah telah dibangun perumahan perrmanen type-45 untuk korban tsunami di Desa Bitai dan sekiarnya. Memasuki Desa Bitai kita bisa menyaksikan rumah-rumah bantuan bulan sabit merah Turki yang begitu unik dan khas. Juga dilakukan rehab rekon terhadap makam dan masjid Turki dengan gaya bangunan yang mewah dan indah.

Bila ingin mencapai lokasi harus menggunakan mobil carteran karena letak lokasi jauh dari jalan raya namun kondisi jalan sudah baik.

2.Objek Wisata Baru

(New object after tsunami)

Musibah yang terjadi di kota Banda Aceh hanya dapat di kenang lewat sejarah karena beberapa hari setelah tsunami  baik pemerintah dan berbagai NGO dalam dan luarnegeri  terus melakukan perbaikan struktur dan infrastruktur yang porak-poranda. Boleh dikatakan, saat ini keadaan di Banda Aceh sudah mulai normal dan aktifitas berjalan seperti sedia kala. Namun ada beberapa jejak yang tertinggal dari kedahsyatan gelombang tsunami yang bisa dijadikan sebagai objek wisata tsunami.

2.1. PLTD Apung

(Floating Power Plant)

pltd-apung1Photo by: Stania Yasin

Kapal yang semula didatangkan dari Kalimantan untuk mengisi pasokan listrik itu di tempatkan di pelabuhan Ulee Lheu.  Namun terjangan tsunami yang sangat hebat,  kapal yang berbobot 3600 ton  ikut terseret ke daratan sejauh 4-5 km tepatnya di desa Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru. Sangatlah mustahil kapal seberat itu bisa bergerak melewati rumah penduduk namun kenyataan seperti itulah yang terjadi. Untuk menariknya kembali ke posisi semula adalah hal yang tidak mungkin dilakukan apalagi di sekitar lokasi sudah berdiri kembali rumah-rumah penduduk.Meski masih ada keberatan penduduk karena tapak rumah mereka tertindih oleh kapal tersebut, namun lokasi paling ramai dikunjungi wisatawan baik lokal, nusantara maupun mancanegara. Terletak di perkampungan penduduk dan untukmencapai lokasi bisa dengan menggunakan labi-labi jurusan Uleee Lheue turun di simpang Punge Blang Cut ata agar lebih mudah menaiki Becak bermotor dengan tarif Rp.25. 000 dari terminal Keudah.

2.2. .Kuburan Massal

(Massive cemetry for tsunami sacrifice)

kuburan-massalPhoto by: Marni.D

Kuburan massal yang terletak di Lambaro dan Ulee Lheu merupakan saksi sejarah  begitu banyaknya warga yang menjadi korban sehingga mereka diberikan tempat peristirahatan secara massal. Keluarga yang tidak  menemui mayat sanak saudaranya hanya bisa mendatangi kuburan massal untuk mendoakan mereka di alam sana.

Trayek angkutan yang melewati lokasi:

-Terminal Keudah-  Ulee Lhue

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.ST.Iskandarmuda.

Tarif angkutan hanya 5000 rupiah dan  25.000 rupiah menggunakan becak bermotor.

2.3. Masjid Baiturrahim

(The local Mosque Baiturrahim)

000_0304Photo by:Marni.D

Letaknya tepat di bibir pantai Ulee Lhueue namun sebuah keajaiban yang sulit diterima akal sehat manusia  terjadi saat tsunami. Dengan kuasa Allah Masjid Baiturrahim yang jaraknya hanya 50 meter dari laut masih tetap berdiri.

Trayek angkutan yang melewati lokasi:

-Terminal Keudah-  Ulee Lhue menuju pelabuhan

Rute yang dilalui angkutan labi-labi:Terminal Keudah-Jl.Cut Mutia (depan Polda NAD)-Jl.Tepi Kali-Jl.Inpres-Jl.Diponegoro-Jl.Jl.STA.Mahmudsyah-Jl.Muhd.Jam (Depan Barata)- Jl.Abu Lam U- Jl.ST.Iskandarmuda.  Tarif angkutan hanya 5000 rupiah dan  25.000 rupiah menggunakan becak bermotor.

2.4. Daerah Tsunami

(Tsunami Disaster Area)

photo-kawasan-tsunamiPhoto by:Marni.D

Kehancuran yang mencapai 75% dari  luas daerah yang ada merupakan sebuah objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi selain kehidupan masyarakat Aceh yang Islami yang dikaitkan dengan ketabahan mereka dalam menghadapi musibah.  Boleh dikatakan, Banda Aceh merupakan daerah wisata tsunami dan setiap wisatawan yang datang akan mengunjungi seluruh kota untuk menyaksikan kawasan yang pernah hancur akibat tsunami disamping wisata sejarah.


3.Wisata Kuliner

3.1 Kopi Ulee Kareng

(The Famous Coffee Ulee Kareeng)

kopi-uPhoto by: Marni.D

Ada beberapa keunikan yang terlihat apabila kita menginjakkan kaki di kota Banda Aceh. Di sana-sini banyak  warung kopi yang  tidak pernah sepi dari pengunjung diantaranya di sekitar Jalan T.Iskandar Ulee Kareng, Reks Peunayong dan Pasar Aceh (masih di kawasan Masjid Raya) bahkan di seluruh kota Banda Aceh. Mengunjungi warung kopi sudah mengakar dalam diri masyarakat Aceh walau di saat konflik sekali pun warung kopi menjadi salah satu alternatif untuk menghilangkan rasa cemas dan takut.

Dikala aman warung kopi juga bermanfaat untuk tempat membicarakan masalah bisnis, politik dan bertukar inspirasi. Bahkan setelah tsunami, warung kopi pulalah yang menjadi tempat menghilangkan rasa lelah para relawan yang datang dalam rangka rehab rekon kota Banda Aceh.Hampir di sepanjang jalan Ulee Kareng terdapat warung kopi dan untuk menjangkau lokasi cukup dengan menaiki angkutan umum dari terminal Keudah jurusan Ulee Kareng dengan membayar ongkos 2000 rupiah.

Bukan hanya di tempat asalnya, kopi Ulee kareng yang sudah sangat terkenal ini juga bisa dinikmati di beberapa warung kopi yang ada di pusat kota yang bisa ditempuh dengan jalan kaki saja.Warung kopi  biasanya ramai pada pagi hari, dan semakin ramai  menjelang sore dan malam hari. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati  cita rasa kopi tapi terkadang mereka sengaja datang untuk menemui rekan dan bahkan pada malam hari banyak kaum adam yang lebih memilih nonton siaran langsung sepak bola dengan menggunakan layar lebar yang  banyak terpasang di setiap warung hingga  dini hari.

3.2 Reks Peunayong

(Snack Area in Banda Aceh)

reks-okPhoto by: Marni.D

Letaknya persis di  kota Peunayong, dan kawasan ini lebih dikenal  sebagai pusat jajanan malam dimana di sekitarnya terdapat  beberapa penginapan seperti Hotel Medan,  Hotel Parapat, Hotel Cakradonya, Hotel Sultan. Kawasan Reks bak sebuah magnit yang mampu menarik animo setiap orang untuk menghabiskan waktu di sana.

Semakin malam,  para pengunjung kian ramai dan untuk lebih menghidupkan suasana, beberapa waktu lalu, Pemko Banda Aceh berniat  membangun sebuah pentas di pojok area untuk para insan seni  mengingat kawasan tersebut dikelola oleh para seniman dan budayawan Aceh seperti Hasbi Burman (Presiden Reks), Udin Pelor, dll.Tidaklah sulit untuk mencari dimana  letak kawasan  karena angkutan umum jurusan Darussalam, Ulee Kareng  setiap saat melintas di tempat itu dengan ongkos angkutan rata-rata 2000 rupiah.

3.3 Souvenir dan Makanan Khas

(souvenir and traditional meal in aceh)

Sejak kurun waktu yang cukup lama kota Banda Aceh  dikenal hasil kerajinannya seperti mainan kalung Pinto Aceh, Rencong, tas motif Aceh  dan  makanan khas yaitu dendeng Aceh yang dapat dibeli di toko-toko yang ada di Peunayong, Simpang Surabaya dan Pasar Aceh.

Sebelum tsunami, semua jenis souvenir tersebut dapat di beli di Pasar Aceh sebagai pusat perbelanjaan tradisional namun saat ini para penjual belum memiliki satu tempat khusus namun demikian toko souvenir terdapat dimana-mana seperti Peunayong, Neusu Jaya dan Pasar Aceh sendiri. Untuk kawasan Peunayong bisa dijangkau dengan menaiki angkutan umum labi-labi trayek Darussalam dan Ulee Kareng (2000 rupiah), sedang kawasan Neusu Jaya menggunakan angkutan umum trayek Lampeunurut (2000 rupiah).   (*)



Warning..!

Its my original article, photo and survey.

Do not copy without Permission.

If  U need to copy this article or photo pls type my original name.

Thank you: Sumarni Dahlan

——

Oleh: sumarnidahlan | April 3, 2008

PHOTO ACTIVITY

INTERNATIONAL FORUM “GEOGRAPHICAL INDICATION” PROTECTION
Hotel Borobudur Jakarta 05 May 2011

Joint Photo with Keynote Speaker: Mr.Denis from CIRAD-French and Forum Perlindungan Kopi Gayo

WORKSHOP IN BOGOR, HELD BY BOARD OF ESSENTIAL INDONESIA (DEWAN ATSIRI INDONESIA)
23-24 APRIL 2011

Chairman of the Board Essential Oil Indonesia, Dr.Ir.Meika Syahbana Rusli, MSc

1st Day: Workshop "Sukses Berbisnis Minyak Atsiri" Puslitbang Gizi-Bogor

2nd Day in Balitro Bogor: "Before the process of distillation, patchouli leaves and stems that have been shredded, compacted in the kettle"

In the demonstration area hall garden herb plants and medicines (BALITRO)

Before Leaving Bogor

NGO CONNECTION DAY
Medan 5 April 2011-Hotel Aston
Held by ASEAN Foundation- ADB-Microsoft Indonesia

Photo bersama para peserta NGO Connection day

Photo diakhir Acara

Kesempatan naik panggung buat photo sebelum acara berakhir

Masih nyari Posisi Udah dijepret

Kok yang Rewel yang Beruntung…??

————-
BANDA EXPO 29 MAY-02 JUNE 2010
Jembatan Masa Depan (Building Brdiges to the Future Foundation)

Marni and Girl on brochure and Standing banner

Team Jembatan Masa Depan (JMD) Distribute Brochure and Newsletter Product Goat milk

Girl on brochure distribute brochure to visitor

Exhibition visitors enthusiasm that want to know the benefit from goat milk

MALAKA

malaka-bandar-hilir

Hobby jalan2ku ga bisa dihilangkan. Untuk Malaysia aku senang dengan Kota Malaka yang memiliki ciri tersendiri. Apalagi diBandar Hilir , serasa sedang berada dimanaaaaaa gitu. Malaka juga memiliki beragam sejarah yang terdapat di sekitar Bandar Hilir seperti Musium Budaya, tapi jangan sembarangan photo loh, dilarang.

(sumarnidahlan)


Di Zoo Malaka (Kebun binatang) berbagai spesies hewan bisa kita temui. Kalau merasa lelah berjalan kaki, bisa menggunakan kereta atau kendaraan seperti kereta api keliling kebun. Asyiklah pokoknya.

——–
MASIH MALAKA

marni-scan1Malaka yang terletak di semenanjung Malaysia benar-benar kota bersejarah. Selain berkeliling dengan andong, kita bisa melihat berbagai peninggalan sejarah di muzium Budaya sambil menikmati musik tradisional yang disebut ‘Dondang’. Di sana terdapat berbagai patung sejarah kerajaan Malaka dan Majapahit. Tapi sayang, semua hanya bisa diabadikan lewat cerita. Petugas musium selalu mengawasi setiap pengunjung dan sangkin ketatnya sehingga tidak satu photo pun bisa diambil karena memang dilarang.

—-
YANG UNIK DI BATU CAVES

batu-caves-malaysiaPhoto by: Marni.D

Tempat suci turunan India ini terletak di Selangor Malaysia. Bila tiba hari-hari suci seperti Thaipusam tempat ini dipadati puluhan ribu orang karena selain mengadakan upacara keagamaan, akan ada atraksi menarik dan tragis.

Salah satunya adalah menarik kontainer dengan menggunakan kail besar yang dikaitkann di pundak bagian belakang. Meski setelah itu si pelaku harus di opname di rumah sakit karena luka pada tubuhnya.

Bahka sebelum hari ‘h’ tidak sedikit warga india yang berdiam di berbagai negara ASEAN terutama Singapura datang ke tempat ini dengan berjalan kaki. Sampai di BAtu Caves, ia harus mampu menaiki tangga demi tangga hingga ke puncak yang tertinggi. Very2 unique.*

——-
ASYIKNYA KE SUNWAY

/span>….

sun-way-lagoon-2

Photo by Marni.D

‘Ancol’ nya Malaysia ini jauh lebih asik.

Bahkan kondisinya udah internasional banget. Seharian juga ga abis kalo mau mengitari tempat ini.

Selain sunway lagoon, ada juga juga sunway parade yang tidak kalah asyiknya.

Satu lagi , orang-orang kita biasanya suka belanja di tempat bergensi seperti Bukit Bintang, Surya KLCC, Mid Valley Megamall, Ikano, Ikea, Sunway Pyramid, Sungai Wang Plaza, padahal nih belanja di Petaling Street Kuala Lumpur jauh lebih asyik.

Kabarnya nih…artis2 Indonesia diam-diam juga ke sana karena selain murah terkadang dapat barang-barang yang high quality.

He…he, belanja di Petaling Street tapi ngakunya di Singapore.

Cuma harus-hati2 karena Dewan Bandara raya Kuala Lumpur (DBKL) suka tiba-tiba ngadain razia.


——-

KE GENTING HIGH LAND…?

000_genting-highland.jpg

Jangan negatif thinking dulu…Aku cuma jalan-jalan bukan berjudi.

Siapa yang ga kenal tempat ini. Selain terkenal sebagai tempat perjudian internasional, genting high land juga memiliki banyak tempat wisata. Di sana kita bisa main roller coaster, bermain di kolam air, naik cable, dan banyak lagi yang menarik.

Lihat saja, aku bisa memeluk boneka yan gedenya sama dengan aku..he..he.(*)

—-
BATEELIK BIREUEN-NANGGROE ACEH

Bate lik River -Bireuen Nanggroe Aceh

JOGJA

@ MIROTA BATIK JOGJA..” Save our Batik Product…”

Tugu railway station-Jogja Indonesia

NANGROE ACEH

Great beach-Lhoknga-Nanggroe Aceh Indonesia is very original sight

Pantai Ujong Batee Kembali Ramai

000_0025

Photo by: Marni.D

Tiga tahun setelah tsunami, Pantai Ujong Batee kembali ramai oleh pengunjung yang ingin menikmati indahnya pantai Aceh sambil menikmati ikan bakar.

Pelaksanaan Syariat Islam membuat pihak pengelola pantai memasang berbagai peringatan kepada pengunjung.

Namun jangan salah pengertian dengan tulisan yang tertera pada gambar. Maksudnya berdua-duaan, bukan ber dua puluh duaan.

Wisata Aceh Kembali Bangkit

000_0031.jpg

Photo by: Sumarni Dahlan

Pantai Ujong Batee menyimpan banyak cerita duka saat tsunami terjadi. Namun keindahan laut dan alamnya kini sudah dapat dinikmati kembali.

Hanya ditempuh dalam waktu 30 menit dari kota Banda Aceh, wisatawan dapat menikmati lautan dan pegunungan disela-sela hembusan angin yang bertiup.*

Oleh: sumarnidahlan | Maret 27, 2008

TIPS

MEREDAM AMARAH

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Islam tidak melarang kita untuk  marah,  asal dapat mengendalikannya sehingga tidak sampai menimbulkan efek negatif.

Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda:

“Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai”. (H.R. Ahmad).  Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).  Baca Lanjutannya…

Oleh: sumarnidahlan | Maret 25, 2008

PHOTO ACTIVITIES

JMD FOUNDATION ACTIVITIES WITH PROGRAM LIVE STOCK

Banda Expo 28 May-02 June 2010- Taman Sari Banda Aceh

JMD Staff Disseminated Brochure about Goats Milk Product

Demonstrated Aceh Dance by Aceh Dancer at open ceremony Banda Expo

enthusiastic visitor want to know about our product

Welcome to Husbandry Area Desa Lamtui -Lamno Aceh Jaya

Training Marketing Farmer with topic: Marketing, Business Challenged Goats Milk, Value Chain for goats Milk

TRAINING MARKETING TO FARMER 10 JUNE 2010 AT HUSBANDRY AREA

Benefit Healthy Goats Milk SUSU KAMBING LAMTUI

Ettawa Goat Kids

Daily activitiy Farmer at Husbandry Area

Me and Ettawa Goat Kids

a few moment with Farmer

Drink Coffee together JMD Staff at Davinchi Cafe

Drink Cofee together with JMD Staff

******

TRAINING BUSINESS PLAN RADIO 9-10 JANUARI 2009

Photo Training Business Plan Radio “Saweu Tani” di Banda Aceh
100_9995
Pembukaan Training oleh Program Manager Economic Dev Unit (EDU) MercyCorps Banda Aceh

101_0113
Photo Bersama Peserta Training, Trainer dan MercyCorps

101_0012
Peserta Training terlihat tekun mempratikkan kembali berbagai materi yang telah diajarkan satu per satu

101_0033
Diskusi bersama para peserta yang keseluruhan berasal dari RRI Banda Aceh

101_0079
Game Buaya untuk menghilangkan kejenuhan yang diperlihatkan oleh para peserta yang dibagi atas dua kelompok

business-plan-training-mc-rri-banda-aceh-9-10-jan-09

Photoku Disela-sela Acara Training

101_01011

Kata Sambutan dari Panitia Pelaksana Training (MercyCorps) diakhir Acara
101_0109
Penyerahan Cenderamata oleh MercyCorps kepada RRI Banda Aceh

*****

TRAINING RADIO PRODUCTION & MARKETING
RRI – MERCYCORPS 27-31 Jan 09

Satu minggu terlalu singkat keakraban itu kita lalui. Tapi meski berat, perpisahan akhirnya terjadi dan kita kembali ke aktifitas keseharian masing-masing.
Kami Tim Penyelenggara Training mengucapkan Selamat dan Sukses buat para peserta training, RRI Banda Aceh, Pak Eddy Siswanto (RRI Medan), Uni Lucyanita Usman (RRI Padang), Ibu Fauziah Hasibuan (RRI Sibolga), Uni Rismaniar (RRI B.Tinggi), Ibu Salihah (RRI Lhokseumawe), Zulkarnaen (RRI Lhokseumawe), Pak Kastiono (RRI T.Pinang), Pak Erfan (RRI G.Sitoli), Irwansyah Putra (Aceh TV),Pak Judi Ramdojo (Trainer-Jkt) dan seluruh peserta lainnya.
Semoga kita dapat berkumpul bersama kembali di lain waktu dengan keakraban yang sama. Amin

Photo pembukaan Training Production & Marketing RRI se Sumatera Diselenggarakan oleh RRI Banda Aceh bekerjasama dengan MercyCorps Aceh

FGD Bersama CWS dan ADB Tim tentang ‘Informasi Pertanian”

Para Peserta Berdiskusi untuk Menyusun Strategi Pemasaran dan Penulisan naskah Mini Drama

Refreshing Setelah Seharian Training ke Berbagai Objek Wisata Tsunami. Peserta Berada di Perumahan Persahabatan Tiongkok-Indonesia yang merupakan Rumah Bantuan untuk Para Korban Tsunami .


Malam Keakraban di RRI Banda Aceh (tuan rumah) bersama para peserta Training RRI se Sumatera dihadiri peserta dari RRI Padang, RRI Bukit Tinggi, RRI Medan, RRI Sibolga, RRI Lhokseumawe, RRI Gunung Sitoli, dan RRI Tanjung Pinang Kepulauan Riau , Aceh TV,dan MercyCorps.

Pak Eddy Sukmana (Kacab RRI Banda Aceh, diam2 punya bakat nyanyi juga nih …soal suara sekelas Uthalikumahuwa, mus mujiono …he..he)

Lismawarni Arrahman (RRI Banda Aceh) waduh—waduh…lagu “Terlena” nya bikin semua jadi terlena.


Amboi2…Uni Lucy (RRI Padang) Suaranyo Indak jauh beda sama Ermy Kulit. Pasti si Uda jatuh bangun mandanga suaro uni. Kalaulah Iwan (Aceh TV) jadi manantu, untuang bana dapek mertuo pandai banyanyi…(just a kidding uni…)

Bung Eddy Siswanto (RRI Medan). Bukan cuma teater, bakat nyanyi Pak Edy ruarrrrrrr biasa. Ternyata RRI semua orang pilihan ya.Bravo…RRI !

Yahhhh… daripada kalah telak 9-0 dari RRI, aku mewakili coprs ku(Mercy) ikutan nyumbang suara juga.
Ga perduli jilbab miring kiri kanan, yang penting unjuk kebolehan.Kalau kalah pun paling2 Be Te alias Beda2 Tipis lah….


Tuh kan…buktinya Pak Eddy Sukmana aja sampe bengong denger lagu “Cinta” aku.(Narsis..pak) Aku harus ngebuktiin kalau Mercy juga ga kalah sama RRI. Kapan2 undang lagi ya pak…

Anak2 Manis dipaksa nyanyi bareng oleh Pak Guru Judi (Trainer). Kok Soleram Pak…?

Pak…pak…, Pak Hardi (Kasubsi Penyiaran RRI Banda Aceh). Nyanyi atau baca doa nih pak.Kalau nunduk terusss penonton pulang Bapak tinggal sendirian.

PSK yang serba bisa ikutan unjuk kebolehan. Mo di ruang tertutup…? OK. Di lapangan…? OK juga. Di pentas apalagi. Rekan2 RRI memanggilnya dengan Singkatan “PSK” yang kalau dipanjangkan adalah nama beliau yaitu Pirak Sibayak Ketaren. Selain mengisi program acara “Nada dan Lagu” Sabtu Malam Pk.21.00 Wib Bersama Mas Titok (Musisi Aceh) secara Live di RRI Banda Aceh, Keesokan paginya Pak PSK menjadi instruktur senam massal di Lapangan Blang Padang setiap minggu pagi. Hebat..hebat. Kabarnya ..menu yang disuguhkan malam itu adalah hasil kombinasi kerja antara Ibu Kacab dengan PSK.

Antara nyanyi dan mengaji ga ada bedanya. Tapi ga perlu dengar suaranya, cukup liat wajah yang rada mirip bintang Bolywood kita jadi terhibur. Sehari-hari dipanggil Muha(Mercy) kalau ngobrol dengan beliau harus serius mendengar karena suaranya berteriak aja seperti bisik2. He…he..Muha…Muha


Di sela-sela ngantuk dan boring, Pak Judi (Trainer) selalu membuat suasana menjadi hidup kembali. Para peserta digiring ke luar ruangan dan secara kelompok menyelesaikan PR sambil menikmati Secangkir kopi dan kue-kue. Nah ….kalau ada yang mau njepret kamera, semua pada ambil posisi buat nampang.

*****
WITH MC MEULABOH TEAM ACTIVITIES

Sosialization Agriculture Program at Samatiga Meulaboh WEST ACEH on 05 Sept 08

A part of Participant, Socialization Agriculture Program at Samatiga Meulaboh West Aceh on 05 Sept 09

BUYER MEETING FISH ENTREPRENEUR MEDAN-MEULABOh ( Dean Fishery Faculty Dharmawangsa Univ Medan, Fisherman association, buyer)

Keynote Speaker Dean of Fishery Faculty Dharmawangsa University Medan (Buyer Meeting in Meulaboh)

FISH MARKET IS ONE OF MERCYCORPS PROJECT IN MEULABOH

Peanut one of West Aceh product

Palm Oil is one of commodity west Aceh

Prepare Back to Medan with Buyer meeting Team

Meulaboh Coastwise

*****

BUILD RELATION WITH MEDAN

Related my position as Business Relation Agriculture Program, I’m working mobile between Banda Aceh-Medan-Meulaboh.

EDU Team meeting with Telkom Medan

Milling Area at Serdang Bedagai-North Sumatera

The sale of fish Cemara -Medan (Big Brokers activities)

Build relation with Medan Fisherman and association


VISIT TO FISHING HARBOUR AREA IN BELAWAN SAMUDERA-NORTH SUMATERA

Facilitate meeting Mercycorps Meulaboh-Dharmawangsa Faculty Medan-North Sumatera

Agriculture expo Medan 02 August 2008

Cross Visit Farmer n Miller from Aceh (location

Cross Visit Rice Team B.Aceh and Meulaboh to Shang yang Seri PT

*****

BANDA ACEH ACTIVITIES

Presentation with Extention Agent Aceh Besar, Bupati and Agency


Major of Aceh Besar, Dr.Bukhari Daud, M.ed

Participant from extention Agent of Aceh Besar

Photo of me,Take a trash of food after Shooting Meugoe with Aceh TV crew and farmer (Thank’s Muha for shoot my photo)

Farmer Field day-Major of Aceh Besar penned the guest book

Farmer Field Day-Telkom Flexy Banda Aceh Crew in Exhibition 25 March 09

Farmer Field Day-Sumarni Dahlan-MercyCorps

” Meugoe” one of Interrative on the local TV with agriculture topic

Survey location for Fishery and cultivation shooting with Local TV

Control the Saweu Tani Radio Show program at RRI Banda Aceh

ACEH BESAR EXHIBITION

Aceh Besar Anniversary on 05 April 09

Aceh Traditional Dance when the Aceh Besar anniversary

Visitor enthusiastic joint with Aceh Besar Expo

Jeruk Balee Compost area

Saweu Tani Radio show RRI Banda Aceh,cooperate Media-MercyCorps, Keynote speaker from BPP (Agriculture Extention Agent ) Aceh Besar area


One of Agriculture program,cooperate with Local TV Media
*****

VALUE CHAIN TRAINING MEDAN 2009

Gathering Photo with Participant and Trainer

Who’s the subject, rubber value chain

explain one by one per commodity chain

Minute meeting with my Rubber team
*****
POLITICAL PARTY ACTIVITIES PHOTO

Anyversary Political Party-Jakarta and one day seminar


Seminar with Media, Activist, state’s attorney, Indonesian Police

Oleh: sumarnidahlan | Februari 28, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.